Heboh Film Hellboy Diprotes Karena Banyak Sensor, Ini Penjelasan Lembaga Sensor Film

Film 'Hellboy' tayang di Indonesia sejak Rabu (10/4/2019). Tetapi, film ini mendapat banyak protes dari penonton karena banyak adegan yang disensor.

Heboh Film Hellboy Diprotes Karena Banyak Sensor, Ini Penjelasan Lembaga Sensor Film
Lionsgate via Kompas.com
Hellboy (2019) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Film 'Hellboy' tayang di Indonesia sejak Rabu (10/4/2019). Tetapi, film ini mendapat banyak protes dari penonton karena banyak adegan yang disensor.

Lembaga Sensor Film (LSF) menjadi target kritikan pedas tersebut.

Banyak adegan dari film garapan Neil Marshall ini yang dipotong oleh LSF. Alhasil, durasi menjadi lebih pendek dan mengurangi kenyamanan para penonton dalam menikmati film.

Menanggapi hal ini, akhirnya Ketua Lembaga Sensor Film Ahmad Yani Basuki angkat bicara mengenai sensor dalam film Hellboy ini.

Pernyatan tersebut dipublikasikan melalui akun Facebook resmi dari Lembaga Sensor Film RI.

Ahmad Yani Basuki mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan atas permintaan penurunan klasifikasi oleh pemilik film.

"Pihak pemilik film mengajukan permohonan penurunan klasifikasi usia menjadi 17 tahun dengan siap direvisi," tulis laman Facebook LSF.

VIRAL Film Sexy Killers Tembus 6 Juta Penonton, Ungkap Investigasi Bisnis Batubara, INI LINK-nya

Pihak LSF manyatakan, film Hellboy sebelumnya lulus dengan klasifikasi 21 tahun ke atas. Pasalnya tema dan adegan asli film tersebut tepat untuk usia 21 tahun ke atas.

Namun, apabila pemilik film ingin melakukan penurunan klasifikasi, hal tersebut dapat dilakukan.

"Dengan mengedepankan prinsip dialog dengan pemilik film, permohonan seperti ini bisa dipertimbangkan," bunyi pernyataan dalam posting Facebook tersebut.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved