Hakim Belum Siap, Sidang Pembacaan Vonis untuk Sekda Kabupaten Tasikmalaya cs Pun Ditunda

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara korupsi dana hibah APBD Kabupaten Tasikmalaya

Hakim Belum Siap, Sidang Pembacaan Vonis untuk Sekda Kabupaten Tasikmalaya cs Pun Ditunda
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sidang korupsi dana hibah Kabupaten Tasikmalaya, terdakwa Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdulkodir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -‎ Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara korupsi dana hibah APBD Kabupaten Tasikmalaya, menunda pembacaan putusan kasus tersebut yang sedianya dibacakan hari ini, Selasa (16/4/2019).

Vonis tersebut untuk sembilan terdakwa yakni Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, dua warga sipil Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan.‎

"Karena putusannya belum siap, sidang kami undur," ujar M Razaad, Ketua Majelis Hakim. Atas penundaan itu, sidang pembacaan putusan akan digelar masih di pekan ini.

"Sidang ditunda hingga Kamis (18/4/2019) dengan agenda pembacaan putusan," ujar Razaad.

Abdulkodir sendiri dituntut pidana penjara selama 2 tahun. Untuk terdakwa ‎Maman Jamaludin, ia dituntut pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan dan uang pengganti Rp 300 juta.

Untuk terdakwa Alam Rahadian dan Eka Alamsyah dituntut pidana penjara masing-masing 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan dan membayar uang pengganti Rp 175 juta.

Untuk terdakwa Endin dan Ade Ruswandi ‎masing-masing 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara. Kepada terdakwa Endin, diwajibkan membayar yag pengganti sebesar Rp 70 juta dan pada terdakwa Ade Ruswandi Rp 105 juta.

Persib Bandung Vs Borneo FC, Begini Jawaban Radovic saat Ditanya Soal Sosok Mario Gomez

Sedangkan sisanya dari unsur swasta, yakni Lia Sri Mulyani, Setiawan dan Mulyana, ketiganya juga tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primair, yakni Pasal 2 ayat 1 Undang-und‎ang Pemberantasan Tipikor. Melainkan, terbukti bersalah dalam dakwaan subsidair, yakni Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Untuk terdakwa Setiawan, dituntut pidana penjara 2 tahun denda Rp 50 juta dan kewajiban mengembalikan uang pengganti Rp 375 juta. Kepada Lia Sri Mulyani dan Mulyana masing-masing selama 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa Setiawan selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsidair 9 bulan dan kewajiban mengembalikan uang pengganti Rp 600 juta," ujar Erwin.

5 Fakta Bocah SD Setubuhi Cewek SMA Sampai Hamil, Gara-gara Video Porno hingga Misteri Ayah Si Bayi

Kasus ini bermula saat Pemkab Tasikmalaya menganggarkan hibah untuk 1000 lebih penerima di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pencairan pada 21 yayasan bermasalah. Abdulkodir dan delapan terdakwa lainnya terlibat dalam pemotongan dana hibah tersebut sehingga negara rugi Rp 3,9 miliar.

Ke-21 penerima ini mendapat dana hibah dari Rp 100 juta hingga Rp 250 juta. Usai menerima dana hibah via rekening bank, terdakwa Setiawan memotong dana hibah itu hingga 90 persen. Rata-rata, ke-21 penerima yayasan hanya menerima Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.‎ Kerugian negara dalam kasus ini yakni Rp 3,9 miliar.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved