Pengamanan Pemilu 2019, Kapolda Jabar Lepas Personel Untuk Geser ke TPS

Ratusan personel Polda Jabar sudah mulai jaga TPS. Pergeseran pasukan digelar sehari lebih awal.

Pengamanan Pemilu 2019, Kapolda Jabar Lepas Personel Untuk Geser ke TPS
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Apel Pergerseran Pasukan di Mapolda Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Polda Jabar sudah menempatkan ratusan anggotanya ke setiap wilayah untuk pengamanan pemungutan suara Pemilu 2019 yang akan berlangsung Rabu (17/4/2019).

Polri menjalankan operasi Mantap Brata Lodaya untuk pengamanan tersebut.

‎Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, 678 personel dikerahkan untuk memback-up seluruh TPS di Jabar.

Menurutnya, personelnya akan bergeser ke polsek-polsek dan TPS yang sudah ditentukan.

"Pergeseran pasukan ke wilayah satu hari lebih awal.‎ Pertimbangannya agar para personel Polri petugas pengamanan TPS dan satuan penugasan lainnya cepat untuk menyesuaikan diri dan berkoordinasi dengan petugas TPS serta stakeholder setempat," ujar Agung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung.

Agung menekankan pentingnya sinergisitas dan soliditas TNI-Polri di tengah masyarakat yang akan melaksanakan pesta demokrasi.

"Antisipasi dan selalu menjaga kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang akan membuat kekacauan kerusuhan dan tindakan anarkis," ujar Agung.

Pada Sabtu (13/4/2019) hingga Minggu (14/4/2019) dini hari, Kapolda dan Pangdam III Siliwangi Mayjen Tri Soewandono sempat ikut berpatroli malam.

Patroli menggunakan sepeda motor itu salah satunya mengunjungi beberapa TPS di Kota Bandung sekaligus memberikan makanan untuk petugas TPS.

Pada kesempatan itu, Kapolda menerangkan Pemilu 2019 merupakan rangkaian pesta demokrasi dan puncaknya adalah pemilihan presiden dan wakilnya.

"Mengawal pesta demokrasi TNI-Polri berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraanya aman tanpa ada gangguan dan intimidasi," ujar Agung di satu TPS di Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Minggu dini hari.

Pemilu serentak 2019 akan memilih anggota DPR, DPRD tingkat kota/kabupaten, provinsi serta memilih anggota DPD RI.

Ia mewanti-wanti kepada siapa pun untuk tidak membuat gaduh Pemilu 2019 karena momen itu merupakan pelaksanaan hak politik warga negara yang diatur di UUD 1945.

"Tidak ada unsur paksaan dalam demokrasi, masing-masing masyarakat bebas menentukan pilihannya. Jika ada gangguan keamanan dan intimidasi untuk tidak datang ke TPS, laporkan pada kami," katanya.

H-3 Pemilu Kapolda dan Pangdam Sambangi Garut, Perintahkan Kapolres Tak Boleh Underestimate

Menjelang Pemungutan Suara, Polres Garut Dirikan Posko Pengamanan di Wilayah Strategis

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved