UNBK SMP

Persiapan UNBK SMP Kabupaten Cirebon Sudah 98 Persen, Ada 1 Sekolah yang Ujian Pakai Kertas Pensil

Persiapan UNBK SMP di Kabupaten Cirebon sudah 98 persen, 80 persen sekolah ujian mandiri.

Persiapan UNBK SMP Kabupaten Cirebon Sudah 98 Persen, Ada 1 Sekolah yang Ujian Pakai Kertas Pensil
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Ilustrasi UNBK SMP. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP di Kabupaten Cirebon sudah mencapai 98 persen.

Dari 197 SMP, sebanyak 196 sekolah negeri dan swasta sudah bisa melakasanakan UNBK tahun ini.

Delapan puluh persen SMP bisa ujian mandiri dan 20 persen SMP masih ujian menumpang di sekolah lain.

Tahun sebelumnya 40 persen sekolah yang ujian mandiri dan 60 persen sekolah ujian menumpang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, semisal PLN dan operator jaringan.

"SMP di Kabupaten Cirebon hampir semuanya melaksanakan UNBK. Hanya satu sekolah swasta yang masih Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Tapi tahun depan akan kami coba," ujar Kabid SMP Disdik Kabupaten Cirebon, Mashuri, saat ditemui di GOR Ranggajati, Sumber, Cirebon, Jumat (12/4/2019).

Ia menambahkan, untuk kendala sekolah yang masih menumpang di antaranya karena terbatas oleh sarana dan prasarana serta penyimpanan komputer yang terbatas.

Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Cirebon, Novi Komalasari, mengatakan, UNBK merupakan salah satu kelulusan. Namun nilainya tidak menentukan kelulusan, melainkan dari nilai ujian sekolah.

Syarat kelulusan siswa, kata Novi, di antaranya harus mengikuti pemberlajaran seluruh semester, berkelakukan baik, dan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

"Tahun ini ada sekitar 25 ribu siswa SMP di Kabupaten Cirebon yang akan mengikuti UNBK," kata Novi.

Tahun ini, SMPN 1 Lemahabang yang semula masih ujian menumpang, sudah bisa mandiri.

Dari total 370 siswa, tersedia 130 komputer yang dibagi dalam 4 ruangan.

"Alhamdulillah tahun ini bisa mandiri. Tahun sebelumnya, kan, karena enggak ada ruangan, jadi masih menumpang. Di dalam ruangan itu nanti ada satu pengawas, satu teknisi, dan satu operator," ucap Kepsek SMPN 1 Lemahabang, Didin Jaenudin kepada Tribun Jabar.

Dia menambahkan, untuk siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK, telah disediakan jadwal ujian susulan.

VIDEO H-6 MENJELANG PEMILU, Disdukcapil Kabupaten Cirebon Bagikan 50.606 Lembar KTP-el

Soal Matematika dalam UNBK Dinilai Sulit, Begini Keluhan Siswa SMA di Bandung

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved