Bawang Merah dan Beras Sumbang Inflasi di Tasikmalaya pada Triwulan Awal 2019, BI: Masih Terkendali

KP Bank Indonesia Tasikmalaya melaporkanSelain bawang merah, komoditas beras juga mengalami inflasi akibat jadwal panen raya triwulan awal 2019 mundur

Bawang Merah dan Beras Sumbang Inflasi di Tasikmalaya pada Triwulan Awal 2019, BI: Masih Terkendali
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ilustrasi: Petani bawang merah di Kampung Ciharashas, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (23/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya melaporkan inflasi Kota Tasikmalaya pada triwulan 2019 tetap terkendali.

Angka inflasi pada tiga bukan terakhir di Kota Tasikmalaya sebesar 0,03 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji angka tersebut lebih rendah dibandingkan historis rata-rata Maret selama 3 tahun terakhir yang sebesar 0,09 persen.

Dikatakannya juga angka inflasi tersebut lebih rendah dari inflasi Provinsi Jawa Barat yang sebesar 0,10 persen dan Nasional 0,11 persen.

Adapun inflasi tahunan adalah 1,31 persen dan inflasi tahun berjalan adalah 0,33 persen.

"Inflasi bulanan terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bawang merah, tetapi secara umum komoditas lainnya pada kelompok volatile food banyak mengalami deflasi," sebut Heru Saptaji melalui rilis resminya, Rabu (10/4/2019).

Perkuat Ekosistem 4G, Smartfren Luncurkan Kartu Perdana BosKu

Dituturkannya, inflasi dari komoditas bawang merah diperkirakan disebabkan berkurangnya pasokan setelah panen raya pada Januari 2019.

"Sementara panen selanjutnya dijadwalkan baru tiba pada April 2019," ujarnya.

Selain bawang merah, komoditas beras juga mengalami inflasi akibat jadwal panen raya triwulan awal 2019 yang mundur menjadi April 2019.

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved