27 Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung Dibebaskan, Cianjur Target Bebas Pasung pada 2020

Pemkab Cianjur, ucap Herman Suherman, terus melakukan upaya dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk untuk pembebasan ODGJ pasung.

27 Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung Dibebaskan, Cianjur Target Bebas Pasung pada 2020
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pemkab Cianjur terus melakukan upaya dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) termasuk untuk pembebasan ODGJ pasung, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan, pada 2020, kota yang disebut Tatar Santri ini harus bebas pasung.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam menyukseskan program tersebut.

Pemkab Cianjur, ucap Herman Suherman, terus melakukan upaya dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk untuk pembebasan ODGJ pasung.

"Bahkan, hari ini (kemarin, red) kami pulangkan 34 ODGJ yang sudah diobati di Rumah Sakit Marzuki Mahdi," kata Herman Suherman, Senin (8/4/2019).

Menurutnya, dari 34 pasien gangguan jiwa tersebut satu di antaranya langsung pulang ke rumahnya lantaran sudah sembuh total, 11 lainnya dirujuk ke Sukabumi untuk direhabilitasi lebih lanjut, dan sisanya sudah bisa pulang.

"Selama penanganan, biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah sampai sembuh. Alhamdulillah, ternyata penanganannya memang optimal," kata Herman Suherman.

Jadwal Kampanye Prabowo-Sandiaga Uno Hari Ini, Prabowo ke Benteng Kuto Besak, Sandi di Bali & NTB

Video Debat Capres 2009 Muncul di Twitter, Politisi Partai Demokrat Puji-puji SBY

Dia menambahkan, selain yang sudah dipulangkan tersebut, rencananya pada Selasa (9/4/2019) bakal ada pemberangkatan 27 orang ODGJ pasung dari Sukanagara untuk diobati.

Tidak berhenti di situ, Herman mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan ke setiap kecamatan dan desa untuk melaporkan jika ada warganya yang ODGJ apalagi dipasung.

Sementara itu, lanjut Herman, untuk penderita ODGJ, Pemkab mencatat ada sebanyak 4.500 orang. "Semuanya sudah ditangani dan diobati," ucapnya.

"Kami menunggu laporan, mengingat tidak ada data untuk ODGJ pasung saat ini. Makanya kami harap jika ada segera laporkan, kami akan langsung tindaklanjuti dan obati, untuk sukseskan program tersebut," katanya.

Dia mengungkapkan, program tersebut sudah sangat bagus, namun jika tidak ada kerjasama dari semua pihak, maka programnya tidak akan tersukseskan. "Program ini sudah jelas bagus, tapi jika tidak ada keterlibatan semua pihak maka akan sulit," ujarnya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved