Setelah RSUD Pagelaran, PDAM Akan Pangkas Pekerjanya dari 400 Jadi 200 Orang

PDAM Tirta Mukti Cianjur yang akan memangkas 200 pekerja dari 400 yang ada saat ini.

Setelah RSUD Pagelaran, PDAM Akan Pangkas Pekerjanya dari 400 Jadi 200 Orang
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Foto Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, di kantor PDAM Tirta Mukti, Cianjur, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Setelah RSUD Pagelaran akan melakukan rasionalisasi pekerja, kini giliran PDAM Tirta Mukti Cianjur yang akan memangkas 200 pekerja dari 400 yang ada saat ini.

Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan, pemangkasan dilakukan karena perbandingan saat ini masih jauh dari angka ideal.

Menurutnya, pemangkasan juga dilakukan untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirta Mukti terhadap pelanggan.

"Ada beberapa kriteria yang akan kami lakukan, satu di antaranya dari kinerja. Pemangkasan akan dilakukan secara bertahap," kata Budi, di kantor PDAM Tirta Mukti, Cianjur, Senin (8/4/2019).

Budi mengatakan, dari 400 akan dikurangi 200 orang untuk tahun 2018/2019 ia sudah melakukan pemangkasan sebanyak 18 orang.

"Ada yang pensiun, ada yang pensiun dini, ada juga yang indisipliner," kata Budi Karyawan.

Mantan Kalapas Sukamiskin yang Akan Divonis Kasus Suap Minta Tidak Ditahan di Lapas Sukamiskin

Luna Maya Histeris Nonton Konser BTS, Bela-belain Naik Motor, Suaranya Bocor Sebut RM BTS Ganteng

Kajati Jabar Ingatkan 354 Kepala Desa di Cianjur, Sudah 3 Kades Tersandung Anggaran Dana Desa

Budi mengatakan, untuk mengimbangi kekurangan pegawai pihaknya menggratiskan pemasangan pelanggan bagi yang listriknya listrik 450 Watt.

"Kami sudah diinstruksikan sampai tahun 2030 tak menerima lagi pegawai," katanya.

Ia memperingatkan bagi jajarannya atau siapapun jangan sampai ada yang memaksakan memasukkan pegawai ke lingkungan PDAM Tirta Mukti.

"Di media sosial memang sempat ramai, ada pihak yang mengaku dekat dengan pejabat sudah membayar untuk masuk, saya tegaskan di sini tak ada hal seperti itu, bagi yang sudah merasa tertipu silakan selesaikan sendiri dengan orang yang bersangkutan," ujarnya.

Budi mengatakan, PDAM Tirta Mukti saat ini hanya menerima tukang gali untuk meneruskan beberapa pekerjaan yang ada.

"Pengecualian kami masih mempekerjakan untuk tukang gali saja," ujarnya.

Budi mengatakan, tiga orang terakhir yang diberhentikan dari PDAM Tirta Mukti karena yang bersangkutan mendaftar jadi caleg namun tak memberitahukan kepada direksi PDAM.

"Makanya saya berhentikan," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved