Gunakan Bahan Lokal, BPPT Harapkan Bantalan Udara Peluncur Kapal Dapat Gantikan Produk Impor

Kepala BPPT Hammam Riza, berharap bantalan udara peluncur kapal yang baru saja diluncurkan ke pasaran itu dapat menggantikan produk impor

Gunakan Bahan Lokal, BPPT Harapkan Bantalan Udara Peluncur Kapal Dapat Gantikan Produk Impor
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala BPPT, Hammam Riza (kiri) bersama jajarannya saat melihat produk bantalan udara peluncur kapal dalam Launching Komersialisasi Rubber Airbag di PT Samudra Luas Paramacitra (SLP), Jalan Raya Pantura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, berharap bantalan udara peluncur kapal atau Rubber airbag yang baru saja diluncurkan ke pasaran itu dapat menggantikan produk impor.

Selama ini, menurut dia, bantalan udara peluncur kapal yang digunakan itu masih sepenuhnya impor dari luar negeri.

"Kehadiran inovasi rubber airbag hasil pengembangan BPPT dan industri lokal ini jelas menjadi subtitusi produk impor," kata Hammam Riza saat ditemui usai Launching Komersialisasi Rubber Airbag di PT Samudra Luas Paramacitra (SLP), Jalan Raya Pantura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin (8/4/2019).

Ia mengatakan, produk tersebut menggunakan komoditi karet alam lokal dari para petani.

Menurut dia, Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar nomor 2 di dunia, yakni sebesar 3,6 juta ton pertahun.

RESMI, BPPT Mulai Menjual Bantalan Udara Peluncur Kapal di Pasaran

Namun, yang digunakan dan diolah menjadi barang karet seperti ban mobil, belt conveyer, benang karet, dock fender dan lain-lain hanya sekitar 660 ribu ton.

Jumlah tersebut hanya sekitar 15 perseb dari produksi domestik karet yang dihasilkan.

"Ini bisa meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), dan harganya juga lebih murah dari produk impor sejenis," ujar Hammam Riza.

Jika industri Rubber Air Bag berdiri di Indonesia dan seluruh kebutuhannya sebanyak 1500 unit pertahun dapat dipenuhi, maka dapat menyerap karet alam dalam negeri sebanyak 600 ribu ton pertahun.

Dalam kesempatan itu, Hamam Riza, dan Direktur Utama PT SLP, Martin Limansubroto, didampingi sejumlah pejabat secara simbolis memecahkan kendi di bumper truk yang mengangkut pesanan bantalan udara peluncur kapal itu ke PT DAK selaku pembeli pertama.

Kisah Pahlawan Depok Tolong Nenek Epoy di Cianjur yang Terbelit Rentenir untuk Biaya Berobat Cucunya

Sule Bongkar Perlakuan Buruk Lina Setelah Cerai, Ada yang Buat Anak Tak Ingin Temui Mantan Istrinya

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved