Sejumlah Warga Cidahu Tasikmalaya Dapat Sabun Cuci Berstiker Jokowi-Maruf Amin, Bawaslu Akan Telusur

Warga di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, menerima sabun cuci piring berstikerkan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin

Sejumlah Warga Cidahu Tasikmalaya Dapat Sabun Cuci Berstiker Jokowi-Maruf Amin, Bawaslu Akan Telusur
Istimewa
Sabun cair berstikerkan paslon capres-cawapres nomor urut 01 yang diterima sejumlah warga di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Sejumlah warga di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, menerima sabun cair cuci piring berstikerkan Capres-Cawapres nomor urut 01.

Di sabun cair cuci piring seberat 1000 mili liter yang diterima warga itu tertempel foto pasangan Jokowi- Maruf Amin di bagian depannya.

Kemudian di bagian belakang terlihat gambar 6 program kartu andalan dari Jokowi-Maruf Amin.

"Ada orang yang saya enggak kenal ke rumah dan memberikan ini, kemudian meminta foto bareng," kata seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya melalui sambungan telepon, Kamis (4/4/2019).

Dia menuturkan, selain dirinya tetangganya pun mendapatkan barang yang serupa.

Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Djuanda mengatakan akan mendalami temuan tersebut.

Terduga Teroris di Banjaran Terkenal Baik, tapi Mulai Berubah Sekitar Lima Tahun Lalu

Maruf Amin Minta Santri seperti Gus Iwan, Siapakah Dia?

Sabun cair berstikerkan paslon capres-cawapres nomor urut 01 yang diterima sejumlah warga di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kamis (4/4/2019).
Sabun cair berstikerkan paslon capres-cawapres nomor urut 01 yang diterima sejumlah warga di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kamis (4/4/2019). (Istimewa)

"Kami akan menelusuri lebih lanjut apakah ini terkait kampanye atau apa, apa ini masuk dalam bahan-bahan kampanye apa bukannya," kata dia saat dihubungi.

Saat ini dikatakan Dodi akan mengkaji dan menurunkan Panwascam Cisayong untuk melakukan penelusuran terkait itu.

Saat disinggung boleh apa tidaknya pembagian berupa barang saat kampanye, Dodi menjelaskan boleh saja asal tidak menyalahi aturan.

"Pembagian barang selama kampanye dilihat dulu apakah itu barang kampanye atau bukan seperti kaus, kerudung yang jika dikonversikan ke rupiah jangan melebihi Rp 60 ribu berdasarkan undang-undang," jelasnya.

Dia menambahkan, sampai hari ini belum menerima laporan lainnya dan baru mendapat informasi temuan di Kecamatan Cisayong.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved