Kota Tasikmalaya Belum Terapkan Sanksi Bagi Pengemudi yang Merokok, Masih Tunggu Arahan

Selain mengatur soal ketentuan operasional ojek online dan tarif, terdapat aturan yang menyebutkan bila pengemudi dilarang merokok

Kota Tasikmalaya Belum Terapkan Sanksi Bagi Pengemudi yang Merokok, Masih Tunggu Arahan
Pixabay.com
Ilustrasi dilarang merokok 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Belum lama ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi merilis aturan ojek online dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Selain mengatur soal ketentuan operasional ojek online dan tarif, terdapat aturan yang menyebutkan bila pengemudi dilarang merokok saat mengendari sepeda motor.

Aturan ini tertulis dalam pasal 6 huruf C yang berisi pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Di kota Tasikmalaya, peraturan itu belum diterapakan karena pihak Dishub kota masih menunggu arahan teknis dari pusat.

"Mengenai Permenhub yang baru itu belum kami terapkan, kami masih menunggu arahan dan surat edaran teknisnya dari pusat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Aay Zaini Dahlan saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (4/4/2019).

AKP Sulman Aziz Datangi Bawaslu Garut, Klarifikasi Kasus Arahan Dukung Jokowi-Maruf Amin

Dia melanjutkan sebelum diterapkan nantinya akan dilakukan terlebih dahulu pada masyarakat.

"Kami akan pelajari dahulu, kami juga belum tahu peran kami nantinya untuk penerapannya," ujar Aay.

Nantinya jika diterapkan mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 pengendara ojek online yang kedapatan merokok saat berkendara akan dikenai sanksi tilang denda paling banyak sebesar Rp 750 ribu.


Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved