Lost & Found Bracelet, Gelang Buatan Mahasiswa ITB, Bisa Deteksi Lokasi Anak, Miris Kasus Penculikan

Miris kasus penculikan anak, mahasiswa ITB ciptakan gelang yang bisa mendeteksi anak hilang.

Lost & Found Bracelet, Gelang Buatan Mahasiswa ITB, Bisa Deteksi Lokasi Anak, Miris Kasus Penculikan
istimewa
Mahasiswa ITB buat Lost & Found Bracelet. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus penculikan anak yang sempat marak menjadi perhatian sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Keprihatinan akan peristiwa seperti itu, menjadi inspirasi bagi Katarina Cynthia Pandji (SBM 2018), Alya Salsabila (SBM 2018), dan M Satryo (FTMD 2017) membuat alat deteksi anak hilang.

Dikutip dari siaran pers ITB, Selasa (2/4/2019), mengatakan, alat yang diberi nama Lost & Found Bracelet.

Alat ini berupa gelang tangan. Gelang ini diklaim mampu mendeteksi lokasi anak melalui chip yang ditanam di dalamnya.

"Selain chip, di dalam gelang tersebut juga terdapat sim card dan arduino dalam melakukan fungsinya. Karena berupa gelang, nantinya bisa digunakan oleh anak-anak yang dapat mengirim sinyal ke smartphone orang tuanya, sehingga dapat mendeteksi di mana keberadaan anak," kata Katarina.

Menurut Katarina, awalnya alat ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Leadership and Management Practice (LMP) yang merupakan salah satu mata kuliah di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)-ITB.

Mata kuliah tersebut mengajarkan mahasiswa untuk berpikir kritis dan berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di mayarakat.

Fakta lain yang mendorong Katarina dan kawan-kawan untuk membuat alat ini adalah hasil analisis dari komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap berita-berita yang ada di media, di mana kasus penculikan anak sedang marak terjadi terjadi.

Gelang Lost & Found Bracelet ini pun berhasil meraih juara pertama pada kompetisi bisnis yang bertemakan “Social Prenuer 3.0 : Make Business Ideas That can Empower Disabilities” di Unika Atma Jaya Jakarta pada 14 Maret lalu.

"Kompetisi tersebut tema yang diangkat adalah masalah pemecahan masalah sosial yang berkaitan dengan disabilitas, bagaimana menciptakan inovasi untuk membantu kaum disabilitas dalam melakukan aktivitas," katanya.

Sebelum dinyatakan menang dalam kompetisi ini, pada awalnya mereka mengikuti tahap awal yaitu seleksi proposal.

Dari tahap awal ini mereka terpilih menjadi finalis yang akan melakukan presentasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta menyingkirkan berbagai tim dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain ITB di posisi pertama, posisi juara kedua ditempati oleh tim mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan posisi ketiga ditempati oleh mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UM).

TRIBUN WIKI - 4 Kampus PT Swasta di Bandung yang Punya Jurusan Pendidikan, Lengkap Biaya Kuliah

TRIBUN WIKI: 15 Perguruan Tinggi di Bandung yang Punya Program Pendidikan Kesehatan

Penulis: Siti Fatimah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved