Kehidupan

Kisah Pilu Uun, Jadi Pemulung karena Kakinya Cacat, Anak Meninggal Gizi Buruk, Rumahnya Mau Roboh

Kisah hidup Harun Armi alias Uun (33), warga Kampung Pasir Terong RT 02/08, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Kisah Pilu Uun, Jadi Pemulung karena Kakinya Cacat, Anak Meninggal Gizi Buruk, Rumahnya Mau Roboh
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Harun Armi alias Uun (33), warga Kampung Pasir Terong RT 02/08, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kisah hidup Harun Armi alias Uun (33), warga Kampung Pasir Terong RT 02/08, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, cukup menyayat hati.

Kejadian pertama yang membuat hidupnya terpuruk adalah kecelakaan motor di tahun 2014 yang membuat kakinya cacat. Saat itu ia ditubruk dari belakang di kawasan tempatnya bekerja di perusahaan pembibitan ikan di Padang Sumatera Barat.

Akibatnya selama enam bulan ia terbaring di rumah sakit. Karena malu kepada pihak perusahaan yang tak mampu bekerja berat lagi, alhasil ia memutuskan untuk berhenti dan pulang ke Cianjur pada tahun 2015.

Pria lulusan SMP ini pun kesulitan mencari kerja. Alhasil ia memutuskan menjadi pemulung untuk menyambung hidup dan membiayai mempersiapkan kelahiran putranya yang kedua.

Sehari-hari ia pergi dari rumah pukul 06.00 WIB menuju kawasan Perumahan Griya Maleber yang tak jauh dari rumahnya. Ia mengumpulkan barang plastik dan kardus bekas untuk kemudian dijual kepada pengepul yang datang ke rumahnya.

Ia bersama istrinya, Sri Rahayu (24), terpaksa mengontrak dengan membayar Rp 200 ribu perbulan karena rumah peninggalan orangtuanya mau roboh. Ia khawatir rumahnya roboh menimpa anak-anaknya.

Dari hasil memulung tersebut ia mendapat imbalan Rp 15 ribu perhari. Hari berganti hingga tiba anak keduanya lahir dan diberi nama Aria Muhamad Ibrahim.

BREAKING NEWS : Saat Udin Asyik Nonton Televisi, Tiba-tiba Tebing Longsor Bergemuruh Hantam Rumahnya

Namun, malang kembali menimpa Harun, karena anaknya langsung divonis menderita gizi buruk sejak lahir. Ia pun tak patah arang, penghasilannya dari memulung ia bagi untuk biaya makan dan biaya berobat anaknya.

Selama empat kali, anaknya harus dirawat di rumah sakit. Perjuangannya selama 2,5 tahun merawat dan mengobati anaknya ia lakukan selama 2,5 tahun.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved