PBNU Serukan Warga untuk Berbondong-Bondong ke TPS Saat Pileg dan Pilpres Nanti

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan agar pada pelaksanaan hari pemilihan di 17 April mendatang, warga berbondong-bondong datang ke TPS.

PBNU Serukan Warga untuk Berbondong-Bondong ke TPS Saat Pileg dan Pilpres Nanti
tribunjabar/haryanto
Sejumlah pemilih di TPS 13 Desa Tanjung Sari, Pondok Salam, Purwakarta melakukan simulasi pemungutan suara pemilu serentak 2019 pada Sabtu (23/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan agar pada pelaksanaan hari pemilihan di 17 April mendatang, warga berbondong-bondong datang ke TPS.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas mengatakan pesta demokrasi harus disambut gembira dan tetap menjunjung tinggi prinsip pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Sikap seperti itu, katanya, tidak hanya perlu dipedomani oleh penyelenggara pemilu tapi juga oleh konstestan dan rakyat selaku pemilik kedaulatan.

"Seruan agar rakyat berbondong-bondong ke TPS dan pemilih menggunakan hak pilih dalam proses elektoral lima tahunan perlu terus digelorakan, oleh siapa pun," kata Robikin Emhas melalui pesan whatsapp, Sabtu (30/3/2019).

Ditekankannya bahwa seruan kehadiran di TPS pada saat hari H pemilu harus betul-betul dimaksudkan agar pesta demokrasi berjalan wajar dan prinsip pemilu pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dapat diwujudkan.

Cerita Promotor Damaikan Pongki Barata dan Personel Jikustik yang 10 Tahun Tak Bertegur Sapa

Pengunggah Video Ibu-ibu Usir Anaknya dari Mobil Buka Suara, Ini Alasan Dia Meng-Upload ke Facebook

"Bukan dimaksudkan untuk mempengaruhi kebebasan calon pemilih menggunakan hak pilihnya, apalagi untuk mengintimidasi secara psikologis agar calon pemilih memilih pasangan calon tertentu," lanjut dia.

Menurutnya, upaya meraih dukungan calon pemilih sudah harus berakhir pada saat memasuki hari tenang setelah masa kampanye berakhir.

"Memastikan setiap calon pemilih dapat menggunakan hak pilih secara bebas sama pentingnya dengan memastikan tidak adanya suara rakyat yang hilang setelah hak pilih digunakan," kata Robikin.

Diingatkannya, mewujudkan pemilu damai dan bermartabat adalah tugas setiap warga negara terutama stake holder bidang kepemiluan yang di dalamnya termasuk paslon.

"Jangan ada yang mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu," tambahnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved