20 Persen BumDes 20 di Jabar Tidak Eksis, Masalah pada Akses Pemasaran

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, mengatakan sejumlah BumDes masih diproses

20 Persen BumDes 20 di Jabar Tidak Eksis, Masalah pada Akses Pemasaran
Tribun Jabar/ Resi Siti Jubaedah
BUMDes bangun usaha Kopi Canggah untuk meningkatkan kualitas ekonomi petani kopi serta masyarakat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dari 5.312 desa di Jawa Barat, baru 69,5 persen atau 3.695 di antaranya yang sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa atau BumDes.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan sejumlah programnya, seperti One Village One Product dan Desa Wisata, berupaya meningkatkan peran BumDes di setiap desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, mengatakan sejumlah BumDes yang sampai saat ini masih diproses pembentukannya mencapai 868 BumDes, atau sekitar 16,34 persen.

"Ada desa yang sampai saat ini belum memiliki BumDes, jumlahnya 749 desa atau kurang lebih di 14,1 persen. Kalau dihitung, 3.695 BumDes yang ada, 20 persennya tidak berjalan," kata Dedi Sopandi di Bandung, Sabtu (30/3/2019).

Dari BumDes yang ada, katanya, beberapa di antaranya belum bisa eksis karena baru melayani desa sendiri. Akses pemasaran mereka baru lokal dan hal ini perlu diingkatkan akses pemasarannya ke level kecamatan, kabupaten, provinsi atau nasional.

Jadwal Debat Keempat Pilpres 2019 Malam Ini: Jokowi vs Prabowo Subianto

KLIK Live Streaming Debat Capres Keempat 2019 di SCTV, Metro TV, dan Indosiar, Tonton Lewat Ponsel

"Dari akses pemasaran yang ada saat ini, masih juga dikaitkan dengan aspek permodalan yang mereka ada di BumDes. Permodalan yang ada di BumDes ada yang Rp 10 juta sampai Rp 100 juta, ada yang kategori Rp 100 juta sampai Rp 500 juta, dan ada yang Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, bahkan sudah ada BumDes yang posisi permodalannya sudah di atas Rp 1 miliar," ujar Dedi Sopandi.

"Jadi permasalahan BumDes yang dikatakan terkait 60 persen itu kita uraikan seperti itu sehingga kita akan lakukan beberapa langkah, sebuah inovasi yang tentunya akan kita pihak menjadi yang one village one company itu, ada desa yang belum punya BumDes nanti kita akan turunkan patriot desa di tahun ini," ujarnya.

Dedi mengatakan ada desa yang sudah punya BumDes tapi belum eksis atau bekerja optimal. Untuk menanganinya, pihaknya akan mengutus CEO dalam mengatur BumDes yang tidak optimal.

Hal itu bisa membantu dalam aspek dari mulai peningkatan kapasitas, mentorship, maupun market plan tentang kondisi BumDes.

Bantai Bhayangkara FC, Arema FC Hadapi Kalteng Putra di Semifinal Piala Presiden 2019

Uji Coba Persib Bandung melawan Ewako Batam, Ujian Pertama Fabiano Beltrame

"Bahkan BumDes yang sudah maju, mereka pun berharap dari aspek kapasitas maupun pemasaran ingin membuat BumDes secara bersama sebuah kelompok, sehingga BumDes yang mereka lakukan itu sebuah BumDes yang besar, secara bersama bisa melayani lebih dari kondisi yang ada," kata Dedi Sopandi.

Untuk penanganan itu, selain ada program CEO BumDes dan Patriot Desa, pihaknya pun tahun ini akan melakukan penilaian terhadap beberapa BumDes, sehingga akan muncul BumDes juara.

"Dari situ kita harapkan orang yang sukses mengelola BumDes sampai champions. Kami akan jadikan dia sebagai ahli jasa profesi untuk mampu mendidik, turun ke beberapa BumDes yang memang belum eksis ehingga terjadi pertukaran informasi, pengelolaan yang menjadi dampak pada BumDes yang sudah ada," katanya.

Tahun ini pun, katanya, akan ada sekitar 60 desa yang dijanjikan bekerja sama dengan Astra. Hal ini dari hasil rapat dengan Kemenko Kemaritiman RI. BumDes pun akan ikut menangani berbagai permasalahan di Citarum. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved