Pulau Komodo Ditutup per Januari 2020, Kabiro Humas Setda NTT Singgung Kasus Penyelundupan Komodo

Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana untuk menutup Pulau Komodo tahun depan, 2020.

Pulau Komodo Ditutup per Januari 2020, Kabiro Humas Setda NTT Singgung Kasus Penyelundupan Komodo
www.pemburuombak.com
ilustrasi Pulau Komodo, salah satu pulau eksotis di Indonesia yang menjadi tujuan wisata favorit wisman. 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG- Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana untuk menutup Pulau Komodo tahun depan, 2020.

Menurut Gubernur NTT melalui Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, penutupan Pulau Komodo bakal ditutup untuk kepentingan konservasi.

Rencana penutupan Pulau Komodo itu juga sebagai respons adanya kasus penyelundupan 41 ekor komodo ke luar negeri. Saat ini, kasus penyeludupan komodo masih ditangani Polda Jawa Timur.

"Kita sudah rapat bahwa per Januari 2020, kita menutup Pulau Komodo untuk dilakukan konservasi Pulau komodo itu. Supaya kita menambah pasokkan rantai makanan, mengelola, dan meneliti hewan itu," kata Marius di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).

Ada kasus penyelundupan komodo, katanya, otoritas pengawasan harus secepatnya diserahkan kepada pemerintah provinsi NTT.

"Otoritas kendali segera diserahkan kepada Pemprov NTT supaya rentang kendali tidak terlalu jauh. Ketika pemprov diberikan wewenang, bisa mempermudah ruang gerak kita mengontrol seluruh pergerakan Komodo," ujarnya.

Ibu di Purwakarta Tega Kubur Bayinya Hidup-hidup, Kelabui Saudara dengan Sebut Anaknya Hilang

Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Jabar, Tuntut Pengadilan Jemput Paksa Wagub Uu Ruzhanul Ulum

Dikatakan, pengawasan terhadap Komodo, saat ini, harus luar biasa.

"Semua pengawasan kita harus extra ordinary. Tidak bisa biasa-biasa saja," ungkapnya.

Kejadian naas semisal penyelundupan komodo ini bukan yang pertama kali menimpa dunia pariwisata di NTT.

Marius mengurai ada beberapa rentetan kejadian yang telah terjadi beberapa tahun belakangan.

"Kejadian sangat beruntun. Tahun lalu terbakarnya Pulau Gililawa, ratusan ekor rusa diburuh oleh pemburuh liar, penangkapan ikan secara ilegal, lalu wisatawan dan guide memancing komodo ke tengah laut, dan eksploitasi video clip untuk kepentingan film," katanya.

"Ini menunjukkan bahwa kita (pemerintah pusat) tidak mampu mengontrol dan mengawasi sebuah taman nasional yang telah diakui dunia. Walau pemerintah pusat mengatakan bahwa itu kewenangan mereka,itu memperlihatkan bahwa kita tidak mampu,"  ujarnya.(Ambuga Lamawuran)

 Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Kasus Pencurian Komodo, Per Januari 2020 Pulau Komodo Ditutup

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved