Hati-hati dengan Kutil Kelamin, Bisa Infeksi dan Menular, Begini Cara Pengobatannya

“Saat punya kutil kan itu ada di daerah genital yang akan dilewatkan bayi pas bayinya lewat kontak, kasihan kan,” kata dr. Anthony.

Hati-hati dengan Kutil Kelamin, Bisa Infeksi dan Menular, Begini Cara Pengobatannya
Hospital Universitari Vall d'Hebron
Human Papillomavirus yang diperbesar jutaan kali 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tiiconny Billy

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA — Infeksi kutil biasanya terdapat pada daerah kelamin wanita atau disebut genital warts (kutil kelamin).

Itu dapat menular karena masuk ke bagian infeksi menular seksual (IMS).

Dr. Anthony Handoko, SpKK, Direktur Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Pramudia, menyebutkan tingkat penularannya mencapai 60 persen.

“Infeksi ini menularkan dan bahkan sangat mudah menular, karena rate penularan di atas 60 persen,” kara dr. Anthony saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Infeksi kutil kelamin yang disebabkan oleh virus Human Papillomavirus (HPV) ini memikiki dua cara penularan.

Dr. Anthony menybutkan cara penularan yang utama adalah karena adanya kontak seksual dengan penderita kutil kelamin.

“Kutil kelamin ini dapat bersifat tunggal dan sering bertambah banyak dalam waktu singkat dan biasanya ditularkan melalui jibrak seksual,” ungkap dr. Anthony.

Kemudian cara penularan kedua adalah secara non seksual yakni karena perinatal atau kelahiran.

“Saat punya kutil kan itu ada di daerah genital yang akan dilewatkan bayi pas bayinya lewat kontak, kasihan kan,” kata dr. Anthony.

Pada kasus infeksi kutil pada ibu hamil ini, dr. Anthony menyebutkan seharusnya bisa diobati saat sebelum proses melahirkan kehamilan karena tidak akan menyakiti bayi maupun ibunya.

“Ibunya terapi saat hamil ibunya harus peduli dia punya kutil kelami, tetapi ada ibu hamil ada kutil kelamin menunda pengobatan karena takut daerah wanita kita otak-atik padahal tidak menyakitkan mereka,” ungkap dr. Anthony.

Sementara untuk yang tidak hamil pengobatan untuk infeksi kutil kelamin bisa dilakukan dengan terapi cryotherapy, TCA Liquid, Electrosurgery, ataupun laser surgery.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved