Masih di Tiga Besar Penderita TBC Terbanyak di Dunia, Kemenkes Lakukan Upaya Ini

peringatan hari Tuberculosis (TBC) dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Masih di Tiga Besar Penderita TBC Terbanyak di Dunia, Kemenkes Lakukan Upaya Ini
Tribun Jabar/Isep Heri
Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek, saat menghadiri peringatan hari Tuberculosis (TBC) dunia tingkat nasional di Pondok Pesantren Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (27/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Kementerian Kesehatan menggelar peringatan hari Tuberculosis (TBC) dunia tingkat nasional di Pondok Pesantren Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (27/3/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Nila F Moeloek mengatakan diperlukan penanganan menyeluruh untuk penyakit yang angkanya cukup memprihatinkan ini.

Berdasarkan data yang disebutkannya, penderita TBC di Indonesia masih terbanyak ketiga di dunia setelah India dan China.

Menurutnya, pemberantasan TBC harus melibatkan berbagai pihak agar sama-sama melakukan kerja sama dalam penanganan TBC di Indonesia.

Selain menyosialisasikan kepada masyarakat dan pengobatan secara menyeluruh secara masif, Kementerian Kesehatan akan melakukan screening penyakit TBC di berbagai lapisan masyarakat yang ada di daerah.

KPK Akan Panggil Menteri Agama Terkait Penemuan Uang Ratusan Juta di Ruang Kerjanya

SBY Akhirnya Muncul, Terharu Atas Perlakuan Rhoma Irama untuk Ani Yudhoyono yang Kanker Darah

Pada awal 2019, screening TBC dilakukan di kalangan pondok pesantren, asrama TNI dan Polri, serta seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Kita (Indonesia) nomor tiga di dunia penderita TBC paling banyak dan kita tentunya harus temukan cara menemukannya hingga mengobatinya sampai pengecekan diberbagai pelosok daerah hingga setiap pesantren, Lapas, TNI dan masyarakat luas dengan melakukan screening TBC agar mereka bisa disembuhkan secara bertahap," katanya, Rabu (27/3/2019).

Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian dan Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono menyebut untuk proses screening TBC yang dilakukan sejak Februari hingga 22 Maret lalu.

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved