Hobi Lari? Yuk Gabung dengan Komunitas Fake Runners Bandung, Fake itu Singkatan bukan Pelari Palsu

Lari sebagai gaya hidup, saat ini sudah mulai digemari oleh masyarakat perkotaan. Di tengah sibuknya pekerjaan, masyarakat semakin sadar

Hobi Lari? Yuk Gabung dengan Komunitas Fake Runners Bandung, Fake itu Singkatan bukan Pelari Palsu
istimewa
Anggota komunitas fake runners saat latihan di Saparua 

Laporan Wartawan Tirbun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lari sebagai gaya hidup, saat ini sudah mulai digemari oleh masyarakat perkotaan. Di tengah sibuknya pekerjaan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan.

Kini lari sudah menjadi olahraga yang menjadi kekinian, tak sedikit generasi milenial yang bergabung akan komunitas lari dan aktif di berbagai perlombaan.

Jika sebelumnya sebagian orang hanya mengikuti lari sebagai tren yang sedang hype dan banyak di posting di media sosial, kini banyak juga lho yang tertarik akan seirus mengikuti olahraga lari.

Munculnya berbagai komunitas lari di Bandung pun semakin menjamur, satu diantara komunitas yang aktif adalah Fake Runners Bandung.

Ketua Komunitas Fake Runners Irfan Alfarisi mengatakan nama Fake bukanlah memiliki arti pelari palsu, melainkan sebuah singkatan.

"Fun, active, kin, enthusiast artinya adalah dari singkatan ini melambangkan anggota komunitas lari di Bandung ini," ujar Irfan saat ditemui di de Braga by Artotel, Jalan Braga No 10, Selasa (26/3/2019).

Irfan mengatakan Komunitas Fake Runners Bandung terbentuk sejak 2017 yang mulanya berawal dari Jakarta dan kemudian datang ke Bandung untuk ikut kegiatan Tahura Trail Run.

Ezechiel N Douassel, Antara Rekor dan Harapan Persib Bandung, Ada juga Catatan untuk Liga 1 2019

Dari kegiatan itu, Irfan mengatakan ada beberapa orang yang di rekrut dari Bandung untuk membentuk Fake Runner Bandung.

Saat ini komunitas Fake Runners sudah memasuki tahun kedua dan minat para anggotanya terus bertambah.

"Membernya ada 250 dan yang aktif saat ini sekitar 50 orang dengan rentan usia 20-30 tahun yang bergabung," ucap Irfan.

Informasi akan adanya komunitas ini berasal dari mulut ke mulut yang kemudian satu tahun terakhir banyak orang yang mengenalnya dari media sosial instagram dan facebook.

Aming Bocorkan Obrolan Luna Maya dan Ariel Noah, Senyum-senyum Malu, Kalau Jodoh Tak ke Mana

Bagi Anda yang ingin bergabung, komunitas ini sangat terbuka untuk umum.

Anda bisa mengikuti jadwal latihannya setiap Rabu pukul 16.30 WIB di Saparua, Jumat 18.30 WIB di 23 Paskal, dan Sabtu pukul 06.30 WIB di De Braga.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved