Festival Permainan Tradisional Alimpaido di Tasikmalaya, dari Jajangkungan hingga Perepet Jengkol

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menggelar festival permainan tradisional alimpaido tingkat sekolah menengah pertama.

Festival Permainan Tradisional Alimpaido di Tasikmalaya, dari Jajangkungan hingga Perepet Jengkol
Tribun Jabar/Isep Heri
Festival permainan tradisional alimpaido tingkat sekolah menengah pertama di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menggelar festival permainan tradisional alimpaido tingkat sekolah menengah pertama.

Festival dilangsungkan di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya dan dibuka langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.

Dalam program yang akan berjenjang hingga tingkat nasional ini, terdapat kegiatan perlombaan, pameran serta diskusi-diskusi.

Ada 12 permainan tradisional yang dilombakan di antaranya jajangkungan, kelom batok, pecle, perepet jengkol, dan permainan lain khas Sunda.

"Permaian tradisional ini sunguh luar biasa. Mungkin jarang kita dengar perepet jengkol, serodot galpok kembali tengah-tengah generasi anak-anak saat ini," kata Ade Sugianto, Selasa (26/3/2019).

Menurut Ade melalui ini, bisa mengenalkan kembali permainan khas yang saat ini sudah tergerus zaman.

Polres Tasikmalaya Kota Bangun Pos Terpadu, Antisipasi Kerawanan Saat Kampanye Terbuka & Rapat Umum

Di Gedung Juang Tambun, Dedi Mulyadi Disambut Bau Pesing Kampret, Bakal Jadi Pusat Kebudayaan Bekasi

Festival permainan tradisional alimpaido tingkat sekolah menengah pertama di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/3/2019).
Festival permainan tradisional alimpaido tingkat sekolah menengah pertama di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/3/2019). (Tribun Jabar/Isep Heri)

"Kita wajib melestarikannya dikarenakan banyak nilai kebaikan yang tercermin dari permainan tersebut. Permainan itu tidak hanya menumbuhkan rasa kebahagian, kekompakan atau kebersamaaan, tapi uga tumbuh nilai pendidikannya," menurutnya.

Ditambahkannya, pekan kebudayaan nasional (PKN) ini, bisa menjadi media interaksi budaya serta memberi ruang akses kepada publik.

Yakni, lanjutnya, untuk terlibat dalam pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan kekayaan budaya.

Sementara itu Direktur Pelestarian Cagaar Budaya dan Permuseuman (PCBM) kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Arda, yang terlihat hadir mengatakan kegiatan diselenggarakan berperan dalam pelestarian kebudayaan.

Pemkab Bandung Klaim Telah Memperbaiki 2.432 Unit Rutilahu di Kabupaten Bandung

Biodata Girlband Baru Everglow, Masing-masing Punya Warna, 2 Member Jebolan Produce

"Ini upaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud untum mengembalikan roh permainan tradisional tersebut di tengah-tengah masyarakat modern," katanya.

Dijelaskannya, kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional adalah resolusi atau tindak lanjut dari Kongres Kebudayaan yang telah dilaksanakan tahun 2018.

Dibocorkannya, PKN puncaknya akan dilaksanakan 14-19 Oktober mendatang di Jakarta.

"Tentunya harapan kami dengan terselenggaranya kegiatan tersebut dapat tumbuh nilai pendidikan karakter dan pemajuan kebudayaan secara kongkret. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dilaksankan di kabupaten dan kota lain sehingga pada Pekan Kebudayaan Nasional nanti lebih banyak daerah yg terlibat,” harapnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved