Aqua Bantu Petani Produksi Paprika di Cianjur, Pakai Pestisida Alami dan Pupuk Organik

Aqua Grup bersama dengan kelompok petani di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong. Cianjur, menanam sayuran paprika sehat.

Aqua Bantu Petani Produksi Paprika di Cianjur, Pakai Pestisida Alami dan Pupuk Organik
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Foto tanaman Paprika di Green House Kampung Tabrik, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Tingginya penggunaan pestisida dan pupuk di kawasan pertanian yang merupakan daerah tangkapan air membuat potensi kerusakan lingkungan menjadi tinggi.

Konsep pertanian sehat lalu dibuat dengan menggunakan pestisida alami dan pupuk alam. Hasilnya Aqua Grup bersama dengan kelompok petani di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong. Cianjur, menanam sayuran paprika sehat.

Penanaman dilakukan di daerah resapan air DAS Cibeleng. Paprika yang dikelola menggunakan pendekatan pertanian sehat.

Dalam pendekatan pertanian sehat tersebut, petani didorong untuk menggunakan pestisida alami dan mengelola kotoran ternak menjadi pupuk organik dengan cara komposing sehingga mengurangi risiko pencemaran pestisida di tanah dan E-Coli di sumber air.

"Paprika tersebut ditanam menggunakan pendekatan konsep pertanian sehat yaitu mengurangi pemakaian pestisida hingga 75%. Selain itu pertanian juga dilakukan dengan modifikasi teknis untuk pengairannya dengan model panen hujan," ujar Jarot Partoyi, Manager CSR Aqua Gekbrong.

Korban Cinta Segi Banyak Sempat Dikira Orang Mabuk, Luka Parah Dipukuli dari Jakarta Sampai Sumedang

Jadwal Kampanye Terbuka Rabu 27 Maret 2019 Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga

Ia mengatakan mengembangkan ecofarming di Kampung Tabrik karena berdasarkan studi dari Unpad, Kampung Tabrik memiliki risiko tinggi terkontaminasi pestisida dan e-coli yang disebabkan penggunaan pupuk kandang tanpa komposting.

Sayuran paprika ditanam di enam green house di lahan seluas 1,2 hektare. Satu green house rata-rata bisa menanam seribu sayuran paprika.

"Hal ini bertujuan agar petani terdorong untuk melakukan praktik pertanian sehat, maka kami memfasilitasi hasil sayuran mereka ini dapat terbeli dengan harga yang tinggi.

Kami bekerjasama dengan beberapa jaringan restoran yang sudah berkomitmen untuk membeli sayuran sehat ini," kata Jarot.

Avengers: Endgame Bakal Jadi Film Terlama Sepanjang Sejarah Marvel, Durasinya 3 Jam 2 Menit

Wali Kota Cimahi Undang ASN di Luar Cimahi untuk Ikuti Seleksi Terbuka Jadi Sekda

Ia mengatakan praktik pertanian sehat ini telah memberi dampak yang positif bagi para petani.

"Kami sudah bisa mendapatkan hasil panen setelah empat bulan ditanam. Yang lebih membuat kami bersyukur karena hasil panen bisa langsung disalurkan ke restoran," kata, Endan, seorang petani sayuran sehat.

Inisiatif ini juga diapresiasi oleh Kades Gekbrong, Dadan yang mengatakan bahwa ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap pelestarian lingkungan karena melalui pertanian sehat secara bersama-sama menjaga kesuburan tanah yang membuat air mudah terserap ke dalam tanah. Selain itu kesejahteraan petani pun meningkat.

Pengembangan pertanian sehat mulai dilakukan sejak tahun 2009.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved