Soal Tarif Baru Ojek Online, Kemenhub Bandingkan dengan Thailand dan Vietnam

Kementerian Perhubungan menetapkan besaran tarif ojek online setelah membandingkan tarik untuk transportasi yang sama di Thailand dan Vietnam.

Soal Tarif Baru Ojek Online, Kemenhub Bandingkan dengan Thailand dan Vietnam
TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS
Irma Aulia (23) merupakan perempuan pengemudi ojek online asal Antapani, Kota Bandung. Saat ditemui Tribun Jabar di kawasan Taman Gasibu Bandung, Senin (16/10/2017), Irma menceritakan pengalamannya saat bekerja sebagai ojek online sejak Februari 2017. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menetapkan besaran tarif ojek online setelah membandingkan tarik untuk transportasi yang sama di Thailand dan Vietnam.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Thailand dan Vietnam juga memiliki ojek online.

Ia menyampaikan, besaran tarif ojek online yang telah dikeluarkan Kemenhub tidak jauh beda dengan kedua negara tersebut.

“Kita benchmarking, terutama dengan negara-negara di Asia Tenggara,” ujar Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Di Thailand, kata Budi, tarif per kilometernya sekitar 5 baht atau Rp 2.240. Namun, dia tak merinci berapa besaran tarif ojek online di Vietnam.

“Di Thailand ada tarif minimal, 20 baht, sekitar Rp 9.000 untuk 4 Km,” kata Budi.

Kemenhub Tetapkan Tarif Baru Ojek Online, Tarif Terendah Rp 7.000, Berlaku Mulai 1 Nanti

Isu Game PUBG Mobile Dilarang di India, Pengembang Batasi Waktu Bermain Penggunanya

Sebelumnya, Kemenhub menentukan besaran tarif ojek online yang dibagi menjadi tiga zona.

Sistem zonasi ini sendiri terdiri dari, zona I yang meliputi Sumatera, Jawa selain Jabodetabek dan Bali.

Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sedangkan Zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Untuk zona I, tarif batas bawahnya sebesar Rp 1.850 per kilometernya dan tarif batas atasnya Rp 2.300.

Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Biaya jasa minimal merupakan biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh maksimal 4 kilometer.

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas 2 Kali pada Senin Jelang Siang, Durasinya Capai 120 Detik

Warung Sembako di Depok Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba, Warga Kaget

Di zona II, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 dan tarif batas atasnya Rp 2.300 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Lalu, di zona III tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 dan tarif batas atasnya Rp 2.600 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Besaran tarif ini adalah biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya sewa aplikasi atau tarif bersih (nett) yang diterima pengemudi ojek online. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019. (Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenhub Bandingkan Tarif Ojek Online di Thailand dan Vietnam"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved