Kemenhub Tetapkan Tarif Baru Ojek Online, Tarif Terendah Rp 7.000, Berlaku Mulai 1 Nanti

Tarif baru untuk ojek online itu, batas atas atau tarif terendah dan bawah, sudah ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemenhub Tetapkan Tarif Baru Ojek Online, Tarif Terendah Rp 7.000, Berlaku Mulai 1 Nanti
ngupdate.info
Ilustrasi ojek online sedang melihat GPS pada ponselnya. 

TRIBUNJABAR.ID- Mulai  1 Mei mendatang, ada pemberlakuan batas atas dan batas bawah untuk tarif ojek online.

Tarif baru untuk ojek online itu, batas atas atau tarif terendah dan bawah, sudah ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemenhub membagi tiga zona untuk pemberlakuan tarif ojek online tersebut.

Zona I di antaranya Jawa, Sumatera. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp 1.850 per kilometer dan biaya jasa batas atas Rp 2.300 per kilometer, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

Zona II di antaranya Jabodetabek dengan biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.000 per kilometer dan biaya jasa batas atas Rp 2.500 per kilometer. Dengan biaya jasa minimal Rp.8000 hingga Rp 10.000.

Bawaslu Temukan Hal yang Dilarang pada Pelaksanaan Kampanye Terbuka Kedua Pasangan Capres-cawapres

Aturan Ojek Online Sudah Resmi Dirilis oleh Kemenhub, Ini Kata Menteri Soal Tarif yang Belum Diatur

Zona III diantaranya Sulawesi, Kalimantan NTT, Maluku, Papua dengan biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.100 per kilometer dan biaya jasa batas atas Rp 2.600 per kilometer. Dengan biaya jasa minimal sebesar Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan biaya jasa minimal merupakan biaya jasa yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer.

"Biaya jasa minimal direntang Rp 8.000-10.000, ini per 4 kilometer. Kalau masyarakat naik ojek online di bawah 4 kilometer ini biayanya sama," kata Budi Setiyadi, Senin (25/3/2019).

Budi mengatakan biaya Jabodetabek memang berbeda, karena dirinya melihat jika kehadiran ojek online di Jabodetabek sudah menjadi suatu kebutuhan masyarakat. Sehingga pada umumnya mereka memanfaatkan transportasi ini untuk berpindah moda transportasi.

Aturan Baru, Pengemudi Ojek Online Dilarang Mangkal Sembarangan, Aplikator Diminta Bikin Shelter

Kisah Asta, Driver Ojek Online yang Tetap Menjadi Guru Ngaji dan Istikomah Bagikan Nasi Bungkus

"Kenapa jabodetabek berbeda dengan yang lain karena pola perjalanan sudah menjadi kebutuhan primer artinya ada plus mile dan last mile yaitu ojek sudab menjadi kebutuhan utama untuk ke pindah ke kendaraan lain," ujarnya.

Budi Setyadi menyebutkan, ketentuan tarif ini sudah memperhitungkan dua aspek, yakni biaya langsung dan biaya tak langsung.

"Namun demikian, kita menggunakan biaya langsung saja. Biaya tidak langsung adalah biaya tarif atau jasa untuk aplikator 20 persen. Nanti akan kita normakan dalam Surat Keputusan (SK) yang merupakan turunan Peraturan Menteri (Perhubungan)," jelasnya.

Meski telah ditetapkan, tarif ojek online ini masih akan dilakukan evaluasi selama tiga bulan ke depan guna mencari solusi yang terbaik dan keluhan yang didapat dengan mengunjungi beberapa lokasi wilayah terkait penetapan tarif ini.

"Kalo kemudian tarifnya kok kurang sama atau tidak sesuai kita masih membuka forum diskusi yang ada juga di norma yang akan kita masukan dalam keputusan nanti," ucapnya. (Joko Supriyanto) 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tarif Ojek Online Jabodetabek Minimal Rp 2.000 Per Kilometer

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved