Ekspansi Besar-besaran, Wahana Interfood Nusantara Lepas 168 Juta Lembar Saham

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 168 juta lembar saham

Ekspansi Besar-besaran, Wahana Interfood Nusantara Lepas 168 Juta Lembar Saham
Kontan/Auriga Agustina
Pencatatan Perdana Saham PT Wahana Interfood Tbk 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods, menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 168.000.000 (seratus enam puluh delapan juta) lembar saham.

Besaran saham tersebut setara dengan 33,07 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, dengan harga Rp 198 per saham. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Lead Underwriter.

"Modal tersebut akan digunakan untuk mewujudkan berbagai rencana jangka panjang perusahaan, di antaranya adalah pembelian lahan dan pembangunan pabrik baru dengan mesin-mesin berteknologi tinggi untuk memenuhi permintaan produk cocoa dan cokelat berkualitas premium dari pelanggan dalam dan luar negeri," kata Direktur Utama Perseroan, Reinald Siswanto, dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (21/3/2019).

Wahana Interfood Nusantara yang didirikan pada tahun 2006 merupakan perusahaan cocoa dan cokelat berkualitas premium yang mengolah biji kakao fermentasi terlengkap di Indonesia dengan merk dagang SCHOKO.

Ekspansi bisnis Wahana Interfood Nusantara sudah mencapai ranah internasional dan memiliki pelanggan dari berbagai macam brand ternama di Indonesia yang bergerak di bidang bakeri, pastri, cokelat, dan waralaba coffee shop berskala internasional.

"Selama masa penawaran umum pada tanggal 11-13 Maret 2019, saham Wahana Interfood Nusantara menarik perhatian yang cukup tinggi dari para investor hingga mengalami oversubscribed sebanyak 9,66 kali dari total IPO atau 866,54 kali dari penawaran umum, ujar Reinald.

Menteri ESDM Resmikan Jaringan Gas Rumah Tangga dan PJU-TS Wilayah Cirebon

Sebagai informasi, pada 2006, Wahana Interfood Nusantara pertama kali didirikan dengan kegiatan usaha mengemas kembali (repacking) produk cocoa yang dibeli dari luar negeri.

Pada tahun berikutnya, perseroan memiliki satu line mesin untuk produksi cokelat dan pada 2010 perseroan menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).

Dengan kondisi pasar cocoa dan cokelat Indonesia yang sangat menjanjikan, Wahana Interfood Nusantara mulai menggunakan mesin cocoa dan cokelat dari Eropa yang berteknologi tinggi pada 2012.

Sejak 2013, perseroan bekerja sama dengan beberapa jaringan bakeri berskala nasional dan internasional hingga perseroan membuat laboratorium analisa internal sendiri untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan.

Pada 2015, perseroan memperoleh sertifikat ISO9001:2008 (Sistem Manajemen Mutu) dan di 2016 memiliki gudang transit di Jakarta Utara.

Wahana Interfood Nusantara terus melakukan perbaikan dan menaikkan standar kualitas produk dan sistem produksi dan manajemen. Tahun 2018 ,erseroan memperoleh sertifikat ISO22000:2005 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan).

Sampai akhirnya di 2019, para pemegang saham Wahana Interfood Nusantara menyetujui untuk merubah bentuk perseroan menjadi perusahaan terbuka dan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham untuk memperlihatkan transparansi, tanggung jawab dan keseriusan perseroan kepada masyarakat dan para investor. (*)

Trek Cipatat-Padalarang Cukup Terjal, Jalur Perbaikan Rel Cianjur-Bandung Rampung Tahun Ini

Menteri ESDM Ignasius Jonan Mengaku Malu Terkait Pembangunan PJU-TS di Kota Cirebon

Jelang Lawan Thailand - Timnas U-23 Indonesia Bertekad Menang, Ini Komen Indra Sjafri & Ezra Walian

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved