NGC Sebut Tangkapan dan Harga Rajungan Mulai Stabil

Serikat Nelayan Garok Cirebon (SNGC) menyebut hasil tangkap dan harga rajungan di pasaran mulai stabil.

NGC Sebut Tangkapan dan Harga Rajungan Mulai Stabil
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Deretan perahu nelayan di Sungai Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Serikat Nelayan Garok Cirebon (SNGC) menyebut hasil tangkap dan harga rajungan di pasaran mulai stabil.

Padahal, saat ini masih berlangsung musim angin barat yang banyak disebut sebagai masa paceklik nelayan.

Ketua Serikat Nelayan Garok Cirebon, Setiawan Bayu, mengatakan, nelayan garok yang rata-rata mencari rajungan tak terkena imbas musim angin barat.

Namun, pihaknya mengakui rajungan biasanya sulit didapat pada bulan-bulan di penghujung dan awal tahun.

"Dari November, Desember, hingga Januari itu biasanya agak susah," kata Setiawan Budi melalui sambungan teleponnya, Selasa (19/3/2019).

Ia mengatakan, saat rata-rata setiap kapal nelayan bisa mendapat 20 - 25 kilogram rajungan setiap kali melaut.

Hati-hati Jangan Bertransaksi Menggunakan WiFi Publik - Berikut Tips Transkasi Online dari IDEA

Sementara harga jual rajungan di tingkat nelayan mencapai Rp 40 ribu perkilogram.

Menurut dia, rajungan akan mengalami masa puncak saat musim angin barat selesai, yakni kira-kira pertengahan April.

"Hasil tangkapan rajungan lagi banyak, tapi kendalanya itu harganya terus merosot," ujar Setiawan Budi.

Menurut dia, biasanya di musim tersebut harga rajungan hanya belasan ribu rupiah perkilogram.

Karenanya, nelayan rajungan membutuhkan perlindungan harga pasaran.

Musim Angin Barat, Tangkapan Nelayan di Cirebon Turun Drastis, Ada yang Sama Sekali Tak Dapat Hasil

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved