Aturan Baru, Pengemudi Ojek Online Dilarang Mangkal Sembarangan, Aplikator Diminta Bikin Shelter

Aturan baru bagi ojek online, pengemudi dilarang mangkal di sembarang tempat agar tak mengganggu kelancaran lalu lintas

Aturan Baru, Pengemudi Ojek Online Dilarang Mangkal Sembarangan, Aplikator Diminta Bikin Shelter
Ilustrasi ojek online 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Aturan baru bagi ojek online, pengemudi dilarang mangkal di sembarang tempat.

Larangan pengemudi online mangkal sembarangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat (ojek online).

Pihak aplikator juga diminta mendirikan shelter bagi mitra agar ojek online tak mangkal sembarangan.

"Pengemudi harus berhenti, parkir, menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat yang aman dan tak mengganggu kelancaran lalu lintas sesuai dengan yang diatur perundang-undangan," demikian bunyi Pasal 8 poin A PM No 12 Tahun 2019.

"Bagi penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan aplikasi berbasis teknologi informasi, shelter harus disediakan perusahaan aplikasi," demikian bunyi Pasal 8 poin B PM No 12 Tahun 2019.

Yang Lulus SNMPTN Tak Boleh Ikut SBMPTN, Ini Tahap Seleksi Jika Pilih Prodi di Dua PTN

Foodlover! Bakso Balap Kedai Bakso Recommended di Bandung, Seruput Sumsum Lezat Menggoda [VIDEO]

Sejumlah pengendara motor dan ojek online tengah menunggu di bahu jalan Soekarno Hatta No 532 Bandung, depan Disnakertrans Jawa Barat
Sejumlah pengendara motor dan ojek online tengah menunggu di bahu jalan Soekarno Hatta No 532 Bandung, depan Disnakertrans Jawa Barat (Tribun Jabar/ Hilda Rubiah)

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tersebut, diatur mengenai aspek keteraturan. Aspek keteraturan itu terdapat di Pasal 8 PM Nomor 12 tahun 2019 tersebut.

Dalam peraturan tersebut mengatur keteraturan untuk pengemudi dan aplikator dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.

Tak hanya itu, aplikator juga diminta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap mitra pengemudinya terkait kepatuhan dan keselamatan lalu lintas.

Selain itu, untuk aspek keterjangkauan, pengemudi harus memberikan pelayanan kepada penumpamg menuju titik tujuan sesuai dengan kesepakatan antara penumpang dan pengemudi. Pengemudi juga harus mengenakan biaya jasa sesuai kesepakatan.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat (ojek online) diterbitkan sejak 11 Maret 2019.

Aturan baru itu sudah langsung diterapkan setelah resmi diundangkan. (Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peraturan Baru Ojek Online, Driver Dilarang Mangkal Sembarangan"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved