Majelis Hakim Tak Akan Panggil Lagi Wagub Jabar Jadi Saksi, Terganjal Batas Penahanan Terdakwa

Majelis hakim tak akan panggil lagi Uu Ruzhanul Ulum jadi saksi korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya.

Majelis Hakim Tak Akan Panggil Lagi Wagub Jabar Jadi Saksi, Terganjal Batas Penahanan Terdakwa
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang kasus korupsi pemotongan dana hibah APBD Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili dugaan korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya, dipastikan tidak akan kembali memanggil Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sebagai saksi.

Sembilan terdakwa termasuk Sekda Pemkab Tasikmalaya Abdulkodir, merasa sudah‎ tidak perlu untuk memanggil Uu lagi setelah dua kali pemanggilan tidak hadir.

"Sidang dilanjutkan ke pemeriksaan terdakwa saja majelis hakim, tidak perlu memanggil Pak Uu," ujar Abdulkodir di persidangan, Senin (18/3/2019). Abdulkodir menjawab pertanyaan majelis hakim soal perlunya untuk kembali memanggil Uu.

Pertimbangan lain, penahanan terhadap sembilan terdakwa juga hampir habis sehingga jika dilakukan pemanggilan ulang, akan menghabiskan masa penahanan terdakwa selama pemeriksaan di pengadilan.

"Batas penahanan sebentar lagi yang mulia," ujar Isnan Ferdian, jaksa penuntut umum saat ditanya hakim soal batas masa penahanan sembilan terdakwa.

Majelis hakim sudah melayangkan dua kali pemanggilan pada Uu Ruzhanul Ulum untuk hadir di persidangan sebagai saksi untuk mereka.

Pemanggilan Uu Ruzhanul Ulum oleh majelis hakim atas permintaan para terdakwa.

Pada panggilan pertama, pekan lalu, Uu Ruzhanul Ulum tidak hadir karena harus tugas dinas di Jakarta.

Panggilan hari ini, Uu kembali tidak hadir. Kepastian tidak hadir itu dikonfirmasikan Uu Ruzhanul Ulum ke jaksa penuntut umum.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved