Tari Topeng Babakan Lima Wanda, Awalnya Dibayar Dua Kalimat Syahadat, Penari Harus Puasa 7 Hari

Itu pula yang menjadi awal mula penamaan tarian topeng khas Cirebon dinamakan Tari Topeng Babakan Lima Wanda.

Tari Topeng Babakan Lima Wanda, Awalnya Dibayar Dua Kalimat Syahadat, Penari Harus Puasa 7 Hari
tribunjabar/siti masithoh
Inu Kertapati saat melatih muridnya di Sanggar Seni Wijaya Kusuma, Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Belasan anak yang mengenakan selendang pada pinggangnya tampak sedang menari dengan luwes di Sanggar Seni Wijaya Kusuma, Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/3/2019) siang.

Belasan anak lainnya menyaksikan di sekitar area panggung di sanggar tersebut. Mereka tampak terkesima menyaksikan teman-temannya menari. Setelah selesai, mereka kontan bertepuk tangan dan bergantian berlatih.

Mulai dari anak usia lima tahun hingga SLTP, sedang tampak mengikuti latihan menari di sanggar. Mereka sengaja berlatih menari setiap minggunya untuk mengisi waktu libur.

Siapapun yang selesai menari, tampak bersalaman dengan searang pria dewasa di sanggar tersebut. Di sampingnya, juga terdapat perempuan mengenakan baju kuning yang terlihat ramah dengan anak-anak di sana.

Pria tersebut adalah Inu Kertapati (40) dan istirnya, Eti (38). Inu merupakan generasi ke-18 dari Pangeran Panggung yang merupakan penari topeng pertama di Cirebon.

Pada abad ke-15 masehi, Sunan Gunung Djati dan Sunan Kalijaga menciptakan tarian topeng Cirebon untuk menyiarkan Islam.

Mereka memercayakan gerakan tarian tersebut kepada muridnya, Pangeran Panggung untuk melestarikannya sebagai media dakwah Islam.

"Saat itu Pangeran Panggung berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya yang dulu dinamakan Bebarang (keliling). Tidak ada yang mengundang beliau untuk tampil. Kalau ada yang tertarik, memberhentikan Pangeran Panggung dan memintanya menari," kata Inu Kertapati saat ditemui di Sanggar Seni Wijaya Kusuma, Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/3/2019).

Setiap orang yang meminta tarian itu, harus membayarnya dengan dua kalimat syahadat untuk masuk Islam.

Halaman
1234
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved