Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019 Cimahi Keluhkan Kecilnya Upah

Iya, upahnya masih kecil tidak sesuai dengan pekerjaan. Idealnya harus Rp 150, kalau segitu baru sesuai karena Pemilu dulu juga memang segitu upahnya,

Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019 Cimahi Keluhkan Kecilnya Upah
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Ratusan petugas sorlip tengah bekerja di Gedung Hardjuno, Kota Cimahi, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Petugas sortir dan lipat (sorlip) surat suara Pemilu 2019 yang dipekerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi mengeluhkan upah yang hanya Rp 80 per surat suara.

Zulkifli (26) misalnya, warga Cibabat ini mengakui jika upah yang dibayar KPU Kota Cimahi memang sangat kecil dan tidak sesuai dengan pekerjaanya yang harus melipat sebagian surat suara yang lebar.

"Iya, upahnya masih kecil tidak sesuai dengan pekerjaan. Idealnya harus Rp 150, kalau segitu baru sesuai karena Pemilu dulu juga memang segitu upahnya," kata Zulkifli saat ditemui di Gedung Hardjuno, Jalan Encep Kartawirya, Kota Cimahi, Minggu (17/3/2019).

Ia mengatakan, petugas harus bekerja sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan target 1.500 surat suara. Namun target tersebut tidak pernah tercapai karena proses sorlip terlalu rumit.

Sorlip di Kota Bandung Belum Rampung, 36 Ribu Surat Suara Pemilu 2019 Rusak

Banyak Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara KPU Kota Cimahi Mundur

Kendati demikian, ia tetap memilih pekerjaan tersebut karena memang sejak dulu kerap menjadi petugas sorlip.

Terlebih kata dia, jadi petugas sorlip bisa menambah penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Lumayan bisa menambah penghasilan, walaupun upahnya tidak sesuai yang diharapkan. Kalau saya bakal bekerja sampai selesai," katanya.

Hal senada dikatakan Maman (34), petugas sorlip asal Cigugur, Kota Cimahi. Menurutnya, upah sorlip saat ini masih kecil dibanding tukang atau kuli bangunan di Kota Cimahi.

"Kuli bangunan saja dibayar Rp 100 ribu sehari. Kalau saya hanya 80 ribu, karena hanya mampu sorlip 1000 lembar per hari," katanya.

Ia juga mengatakan, upah layak untuk petugas sorlip saat ini idealnya Rp 150 per lembar. Sebab, harus disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari yang serba mahal.

Karena hal tersebut, kata dia, banyak petugas sorlip lainnya yang mengundurkan diri atau tidak kembali bekerja karena upahnya tidak sesuai yang diharapkan.

KPU Kota Cirebon Belum Pastikan Jumlah Surat Suara Rusak Karena Alasan Ini

KPU Kabupaten Cirebon Targetkan 15 Hari Surat Suara Selesai Dilipat

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved