Alat Deteksi Dini Bencana Tak Berfungsi, BPBD Bandung Barat Surati Badan Geologi

Alat deteksi dini bencana tak berfungsi, BPBD Bandung Barat surati Badan Geologi.

Alat Deteksi Dini Bencana Tak Berfungsi, BPBD Bandung Barat Surati Badan Geologi
Surya Malang
Ilustrasi alat deteksi bencana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menyurati Badan Geologi untuk melakukan pengecekan terhadap alat deteksi dini bencana (early warning system).

Alat deteksi dini bencana yang ada di Kampung Cihaliwung, RT 3/6, Desa Kertamulya, Padalarang, dipasang sejak 2015 dan dilaporkan tidak berfungsi.

Alat tersebut bantuan dari Badan Geologi pada 2015.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD KBB, Agus Rudianto, mengatakan pihaknya ingin alat deteksi ini berfungsi kembali untuk mendeteksi bencana, terutama bencana longsor.

"Alat deteksi ini juga ada di Kampung Tipar Timur, Desa Laksanamekar, Padalarang, atau tak jauh dari Taman Makam Bahagia yang bantuan dari Lembaga Bulan Sabit Merah," ucap Agus Rudianto di Ngamprah, Sabtu (16/3/2019).

Bukan hanya di dua tempat itu, BPBD juga memasang alat yang sama di Kampung Jati Radio, RT 2/12, Desa/Kecamatan Cililin, yang merupakan bantuan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2018.

"Di sana (Cililin) pernah terjadi longsor pada 10 Maret 2017 yang mengakibatkan 4 rumah rusak berat, 4 orang luka dan 90 kepala keluarga mengungsi," katanya. Ia menambahkan tempat itu sudah tiga kali didera longsor, yakni di 2015 dan 2016.

Cerita SLBN Cicendo, Sempat Diduduki Tentara Jepang dan Jadi Rumah Sakit Bersalin

Persib Bandung Harus Bayar Denda Rp 105 Juta

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved