[VIDEO]- SLB Negeri Cicendo, Sekolah Tertua bagi Tunarungu se-Asia, Sempat Jadi Klinik Bersalin

SLB Negeri Cicendo Bandung merupakan sekolah tertua bagi siswa tunarungu di Indonesia bahkan Asia.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB Negeri) Cicendo Bandung di Jalan Cicendo Nomor 2, Kota Bandung, merupakan sekolah tertua bagi siswa tunarungu di Indonesia bahkan Asia.

SLB Negeri Cicendo Bandung didirikan oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada 3 Januari 1930 atas inisiatif Ny. CM Roelfsema Wesselink, istri Dokter H.L Roelfsema, seorang ahli THT di Indonesia.

"Sekolah ini paling tua se-Indonesia untuk sekolah tuli bisu, bahkan se-Asia dan sekolah pertama tuli bisu," ujar Wakasek Kurikulum yang juga guru kelas XI, Ine Rahayu, saat ditemui Tribun Jabar di SLB Negeri Cicendo Bandung, Kamis (14/3/2019).

Pada 6 Mei 1933, peletakan batu pertama gedung sekolah dan asrama di atas sebidang tanah di Desa Cicendo, Distrik Bandung, Kabupaten Bandung oleh Karisidenan Priangan.

Sekolah ini kemudian dibangun dengan Hoogedelgeboren Vrouwe A.C de Jonge, Gebaran Baronesse Van Wassenoar, istri dari Gouverneur Generaal Van Nederland disch Indie, Zijne Excellentie Mr. D.C. de Jonge.

Kebakaran di Jatinangor, Warga Gotong Royong Padamkan Api Gunakan Alkon

Bangunan SLBN Cicendo Bandung Kental Nuansa Belanda Tempo Dulu

Pada 18 Desember 1933, gedung sekolah dan asrama diresmikan dengan jumlah murid 26 orang. Enam siswa tinggal di luar asrama.

Sejak dibangun, gedung sekolah ini beberapa kali mengalami ahli fungsi saat Jepang datang menjajah Indonesia selama 1942-1945.

"Sekolah ini sudah ada diperuntukkan bagi penyandang tuli-bisu tapi pada masa pemerintahan Jepang, itu sempat dipergunakan tentara Jepang (selama peperangan). Setelah peperangan Jepang berakhir, lembaga pendidikan sekolah dan asrama dipergunakan untuk klinik bersalin," ujar Ine.

Ine menjelaskan setelah Indonesia merdeka, fungsi bangunan tersebut dikembalikan lagi menjadi sekolah tuli-bisu.

Halaman
12
Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved