Ratusan Petugas Sorlip Surat Suara di Garut Mundur, Upah Terlalu Kecil, Rp 75 per Lembar

Ratusan petugas sorlip surat suara di Garut mundur. Upahnya terlalu kecil.

Ratusan Petugas Sorlip Surat Suara di Garut Mundur, Upah Terlalu Kecil, Rp 75 per Lembar
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Sebanyak 400 orang melakukan pelipatan surat suara Pemilu 2019 di GOR Banyu Sinergi Mandala, Kecamatan Garut Kota, Minggu (10/3/2019). KPU Garut menargetkan proses pelipatan selama dua minggu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan petugas sortir dan lipat (sorlip) surat suara di Kabupaten Garut mengundurkan diri karena upah yang terlalu kecil.

Seorang petugas sorlip, Herman (55), mengatakan, pada awalnya para petugas merasa semangat melaksanakan sorlip.

Namun sejak petugas dari KPU mengumumkan upah sorlip per lembarnya hanya Rp 75, banyak petugas yang kecewa dan memilih mengundurkan diri.

Ia mengaku tak diberi tahu upah sorlip sejak awal bertugas.

Informasi awal yang didapat, mereka menerima bayaran Rp 100 per lembar.

"Enggak ada penjelasan dari KPU soal besaran upahnya. Banyak yang kecewa dan memilih mundur," kata Herman, warga Tarogong Kidul, Garut, Kamis (14/3).

Ia menyebut, dari 400 petugas sorlip ada lebih dari 60 persen yang mengundurkan diri.

Namun ada juga yang masih tetap melanjutkan perkerjaan sorlip.

Sekretaris KPU Garut, Ayi Dudi Supriadi membenarkan banyaknya petugas sorlip yang mengundurkan diri.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved