Ketua Umum PAN Sebut Pemilu 2019 Hari Besar Bagi Kaum Milenial untuk Tentukan Pilihan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kerakyatan dan keumatan di Kota Bandung

Ketua Umum PAN Sebut Pemilu 2019 Hari Besar Bagi Kaum Milenial untuk Tentukan Pilihan
Tribunjabar/Mega Nugraha
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kota Bandung, Jumat (15/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kerakyatan dan keumatan di Kota Bandung, di hadapan ratusan kader partai berlambang matahari terbit itu, Jumat (15/3/2019).

Dalam penyampaiannya, ia banyak menyinggung soal Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April yang akan memilih presiden dan wakilnya, anggota DPR dan DPD RI serta DPRD kota kabupaten dan provinsi. Menurutnya, Pemilu 17 April adalah hari raya anak muda, kaum milenial dan netizen.

"Pemilu itu hari penentuan wajah masa depan bangsa dan yang mengguratnya adalah generasi masa datang. Sejatinya, Pemilu 17 April adalah hari besar kaum muda dan milenial, karena hari ini dan masa yang akan datang kita tidak bisa lepas dari internet, maka 17 April pun hari besar netizen," ujar dia.

Saat membacakan pidatonya itu, sejumlah anak muda usia SMA dan mahasiswa tampak hadir. Pernyataannya itu merujuk pada aktifitas netizen di jejaring dunia maya yang juga turut membahas soal dinamika politik seputar Pemilu 17 April. Sebagai partai yang hidup di tengah hingar bingar dinamika kaum milenial, ia menempatkan partainya itu sebagai pilihan para milenial.

Seorang Nelayan Hilang Saat Menyelam Cari Ikan di Cibalong Garut, Cari Ikan Pakai Busur Panah

"Bagi PAN, 17 April adalah peluang untuk mendapatkan kepercayaan dari anak muda, kaum milenial dan netizan. Sejatinya, PAN adalah milik mereka. Kami berkomitmen, bersama mereka untuk memperbaiki dan mengubah Indonesia jadi semakin baik," kata Menteri Kehutanan era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu.

Di akhir pidatonya, ia mengintruksikan 12 hal untuk kadernya. Salah satunya, keharusan menguasai teknologi, optimisme, mendasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi di atas landasan keimanan.

Ia bahkan mengharamkan kadernya ya tidak melek teknologi dan terjebak dalam kepentingan-kepentingan jangka pendek. Kata dia, kader PAN harus turut mewujudkan amanah konstitusi.

"Melaksanakan amanat konstitusi‎ dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak tercabik-cabik karena perpecahan," ujar Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulkifli Hasan sempat turut mengomentari kabar penangkapan ‎Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk, meminta kadernya untuk memenangkan calon presiden yang diusungnya, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.


Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved