DPRD Jabar Dorong Disdukcapil Karawang Kejar Target Perekaman KTP

Masih ada 70 ribu warga di Kabupaten Karawang yang belum melakukan perekaman KTP-el.

DPRD Jabar Dorong Disdukcapil Karawang Kejar Target Perekaman KTP
istimewa
Komisi I DPRD Provinsi Jabar saat mengunjungi Disdukcapil Kabupaten Karawang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat memastikan tidak ada WNA yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilpres dan Pileg 2019.

Kuncinya ada pada ketelitian instansi terkait untuk mendata kembali setiap warga negara yang akan mencatatkan identitasnya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Dengan demikian, kejadian atau isu yang terjadi belakangan ini mengenai WNA yang terdaftar sebagai DPT pada Pilpres dan Pileg tidak akan terulang kembali.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Diding Saefudin Zukhri, di Kantor Disdukcapil Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah di Disdukcapil Kabupaten Karawang WNA yang memiliki KTP atau KITAP dipastikan tidak terdaftar sebagai pemilih pemilu,” ujar Diding Saefudin Zukhri di Disdukcapil Kabupaten Karawang, Rabu (13/3/2019)

Pasalnya, kata dia, dengan adanya kasus seperti ini dapat menimbulkan preseden yang buruk untuk penyelenggara pemilu. Hal tersebut didisebabkan adanya ketidakelitian maupun kekeliruan dalam meng-entry data penduduk.

“Padahal, dengan adanya ketidaktelitian itu dapat dinilai secara politis dari berbagai kalangan,” kata Diding Saefudin Zukhri.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Karawang, Jajat Kusnadi, mengatakan dari 3.051 orang Tenaga Kerja Asing (TKA), pihaknya menjamin tidak ada satu orang pun sebagai Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) terdaftar pada DPT untuk Pilpres dan Pileg pada April nanti.

“Semua warga negara wajib memiliki kartu penduduk termasuk WNA, hanya saja ada yang memiliki izin tinggal tetap ada juga yang izin tinggal terbatas. Soal WNA termasuk ke dalam daftar DPT ini tidak diperbolehkan oleh undang-undang,” ujar Jajat.

Dia menambahkan, untuk perekaman KTP elektronik di Kabupaten Karawang hingga saat ini masih ada 70 ribu
warga yang belum melakukan perekaman EKTP, sehingga pihaknya pun menargetkan untuk perekaman
EKTP hingga 30 hari ke depan.

Dengan kemampuan 1.000 sampai 1.500 perekaman setiap harinya dan dengan jemput perekaman kepada warga di titik tertentu.

“Sehingga kami harus maraton untuk mengejar pemilih pemula dan warga yang belum melakukan perekaman,” ujarnya.

DPRD Jabar Dukung Pemprov Lahirkan Raperda RP3KP

Serunya Saat Pasukan Biru Unjuk Kabisa di Hari Jadi Pemadam Kebakaran ke 100

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved