Warga Berharap PKL di Trotoar di Jalan Raya Bandung-Garut Bisa Segera Ditertibkan

Sejumlah pejalan kaki berharap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan sarana parkir liar di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut,

Warga Berharap PKL di Trotoar di Jalan Raya Bandung-Garut Bisa Segera Ditertibkan
tribunjabar/hakim baihaqi
PKL di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pejalan kaki berharap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan sarana parkir liar di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dapat segera ditertibkan.

Tepat berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, aktivitas jual beli sejumlah PKL dilakukan di badan trotoar, sehingga menghambat para pejalan kaki untuk melangkah.

Sejumlah PKL yang menggelar dagangannya di trotoar jalan ini menjajajakan sejumlah kebutuhan untuk masyarakat, mulai dari pakaian,  alat rumah tangga, hingga makanan ringan.

Tak hanya itu, di sisi trotoar pun berdiri sebuah bangunan toko yang menjual alat serta bahan bangunan, namun lebih parahnnya, barang - tersebut disimpan dan memakan hampir seluruh lebar trotoar.

Seorang pejalan kaki, Setiawan (32), mengatakan, pemerintah setempat harusnya segera menertibkan trotoar dari aktivitas jual beli, karena fasilitas tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

"Harus tegas, pejalan kaki juga punya hak berjalan tanpa gangguan," kata Setiawan kepada Tribun Jabar di Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Bandung, Kamis (13/3/2019).

Ia pun menambahkan, bila tidak segera ditertibkan, dikhawatirkan para PKL tersebut semakin menjamur dan para pejalan kaki tidak memiliki ruang untuk berjalan kaki di trotoar.

Soal Dua Pemain Baru, Begini Kata Manajemen Persib Bandung

"Trotoarnya luas juga, tidak kecil. Kalau jalan kaki kan harus di jalan, banyak motor suka takut," katanya.

Pejalan kaki lainnya, Yanti Nurdiyanti (42), mengatakan, trotoar tersebut baru saja dibangun dan selesai pada akhir tahun lalu, membuat ia bersemangat untuk kembali berjalan kaki.

"Jadi malas kalau kondisinya sudah seperti ini, kumuh," katanya.

Tak hanya itu, di sisi trotoar pun berdiri sebuah bangunan toko yang menjual alat serta bahan bangunan, namun lebih parahnnya, barang - tersebut disimpan dan memakan hampir seluruh lebar trotoar.

Akibatnya, para pejalan kaki yang saat itu tengah berjalan di trotoar, terpaksa mengalah dan kemudian harus melangkah di bahu jalan, untuk menghindari aktivitas manusia di fasilitas tersebut.

Sesar Lembang Masuk Fase Siklus Pelepasan Energi, LIPI Ingatkan Semua Pihak agar Waspada

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved