Tanggapi Ancaman Bahar bin Smith ke Jokowi, Moeldoko Sebut Ada Penggiringan Opini

Istana merespons pernyataan Habib Bahar bin Smith yang bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tanggapi Ancaman Bahar bin Smith ke Jokowi, Moeldoko Sebut Ada Penggiringan Opini
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, saat hadir dalam acara deklarasi JoSmart di Graha Wisata Niaga Jalan Slamet Riyadi Solo, Sabtu (26/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, PANGKALPINANG- Istana merespons pernyataan Habib Bahar bin Smith yang bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pernyataan bernada ancaman itu sebagai bentuk penggiringan opini masyarakat yang bermuatan negatif.

"Saya pikir dari dulu sudah sebuah penggiringan opini berjalan terus-menerus. Semua persoalan selalu dikaitkan dengan Pak Jokowi, bahkan sandal hilang di masjid pun Pak Jokowi yang disalahkan," ujar Moeldoko di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Moeldoko menilai, penggiringan opini di masyarakat oleh pihak-pihak tertentu, agar semua persoalan yang terjadi di Indonesia gara-gara presiden adalah fenomena baru dan lucu di Tanah Air. 

"Si Andi Arief (politikus Demokrat) yang sedang fly sedang menikmati hobinya, Pak Jokowi yang disalahin, ini gimana sih, ada sebuah anomali berpikir kita, perlu diluruskan negara ini agar masyarakat tidak seenaknya mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi khususnya," ujarnya.

Fakta Penampilan Habib Bahar bin Smith Diikuti Santrinya, Baharuddin: Karena Menginspirasi Kami

Asal Usul Habib Bahar bin Smith Kontra pada Jokowi, Pernah Sebut Banci, hingga Pengkhianat Bangsa

Habib Bahar bin Smith saat memasuki ruang persidangan, Kamis (14/3/2019).
Habib Bahar bin Smith saat memasuki ruang persidangan, Kamis (14/3/2019). (TRIBUN JABAR/DANIEL ANDREAND DAMANIK)

Menurut mantan Panglima TNI itu, tudingan negatif kerap dilontarkan kepada Jokowi mendekati Pilpres 2019 memiliki tujuan ganda. 

Pertama, melemahkan kepemimpinan Jokowi seolah-olah tidak mampu memimpin.

"Berikutnya, yang kedua adalah membuat sebuah opini memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik praktis," ucap Moeldoko. 

Ia pun melihat pernyataan Bahar bin Smith yang bernada ancama kepada Jokowi, menunjukkan dirinya tidak mengetahui secara baik sistem hukum di Indonesia. 

"Saya pikir itu tidak tepat bahwa seolah-olah presiden yang melakukan Law enforcement, itu perlu belajar lagi itu Smith itu," ujar Moeldoko.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved