Polres Sumedang Tangkap Pengedar Narkoba, Sabu Disembunyikan di Kaleng Pastiles

“Sebelumnya anggota reserse narkoba menangkap Dani di jalan raya dekat SPBU. Setelah digeledah dan ada barang buktinya, tersangka Dani mengaku membeli

Polres Sumedang Tangkap Pengedar Narkoba, Sabu Disembunyikan di Kaleng Pastiles
Pixabay.com
Ilustrasi narkoba. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Arif Rahman alias Oding (31) tak berkutik ketika ditangkap polisi di rumahnya.

Warga asal Dusun Depok, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang ini, dicokok polisi setelah reserse narkoba meringkus Dani Abdul Gani (32) karena memiliki sabu.

Dari kedua pelaku setelah digeledah, polisi menemukan 0,36 gram dan 0,82 gram sabu sisa pakai.

“Sebelumnya anggota reserse narkoba menangkap Dani di jalan raya dekat SPBU. Setelah digeledah dan ada barang buktinya, tersangka Dani mengaku membeli dari Oding,” kata Kapolres Sumedang AKBP, Hartoyo, di Mapolres, Kamis (14/3/2019).

Dari Dani yang juga warga Dusun Depok, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, polisi juga menemukan alat hisap sabu yang disimpan di tas selendang hitam.

Gasak Motor, Ponsel, dan Uang Tunai Seorang Pencuri Ditangkap Polisi di Sumedang

LRT Tegalluar-Stasiun Bandung jadi Moda Penghubung Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dari Tegalluar

“Paket sabu dibungkus plastik klip bening dililit lakban hitam dimasukan ke bungkus rokok dan juga diselipkan di bungkus ponsel,” kata Kasat Narkoba, AKP Idan Wahyudi, Kamis (14/3/2019).

Tidak mau kehilangan buruan, setelah menangkap Dani pada hari Selasa (12/3), sekitar pukul 22.00, polisi bergegas menuju rumah Oding di Jatisari, Tanjungsari.

Oding diringkus di rumahnya dan diamankan satu paket sabu seberat 0,36 gram dalam plastik klip bening dililit lakban hitam di kotak kaleng permen pastilles.

“Polisi juga mengamankan satu buah pipet kaca yang berisikan sisa sabu, satu set alat hisap sabu meja kamarnya,” kata Idan.

Kepada polisi, Oding mengaku membeli sabu dengan transaksi melalui WhatsApp.

“Beli melalui WhatsApp dan setelah sepakat dengan harga, uang ditransfer ke rekening bank serta sabu diantar dan disimpan di pinggir jalan Caringin, Jatinangor. Saya tinggal mengambil dan tidak tahu dan bertemu dnegan yang menjualnya,” kata Oding.

Kasat Narkoba AKPB Idan Wahyudin menyebut pembeli dan penjual narkoba tidak perlu bertemu dalam proses transaksi narkoba.

“Meraka bayar melalui transfer bank, barang dikirim di suatu tempat atau istilahnya temple. Diambil pembeli tanpa bertemu penjual atau kurirnya,” kata Idan.

Badai Matahari Diprediksi akan Terjang Bumi pada 15 Maret, Apa Saja Dampak yang Mungkin Ditimbulkan?

Terkait Bom di Sibolga, Densus 88 Tangkap Wanita Terduga Teroris di Tanjungbalai Sumut

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved