Perajin Tikar Mendong Rata-rata Berusia Tua, Tidak Ada Generasi Muda yang Melanjutkan

"Dalam sehari rata-rata penenun bisa menghasilkan tikar mendong hampir 10 sampai 15 meter," tutur Nurhasanah (63) seorang penenun kepada Tribun Jabar,

Perajin Tikar Mendong Rata-rata Berusia Tua, Tidak Ada Generasi Muda yang Melanjutkan
Tribun Jabar/ Isep Heri
Mayoritas perajin tikar mendong sudah berusia tua 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Degub produksi kerajinan tikar mendong di Tasikmalaya masih ada, meski tak sebingar dalam waktu satu dekade dulu.

Penenun tikar mendong yang dulu dapat ditemui di banyak tempat di Tasikmalaya, tetapi kini tinggal beberapa saja.

Duk..Duk..Duk suara alat tenun yang disebut tustel masih bisa didengar jika berkunjung ke wilayah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Tepatnya di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, di sana masih cukup banyak perajin tikar mendong yang bertahan di tengah roda zaman yang berjalan cepat ini.

Saat berkunjung ke satu sentra pembuatan tikar mendong milik Abah atau Zaenal Mutaqin (50), terdapat delapan orang tengah asyik menenun mendong untuk dijadikan tikar menggunakan tustel.

Dari delapan orang disana terlihat mayoritas emak-emak yang menjelang usia senja.

"Dalam sehari rata-rata penenun bisa menghasilkan tikar mendong hampir 10 sampai 15 meter," tutur Nurhasanah (63) seorang penenun kepada Tribun Jabar, Rabu (13/3/2019).

Senjakala Produksi Tikar Mendong Khas Tasikmalaya, Produk Unggulan yang Ditelantarkan Pemerintah

Dia menuturkan ada berbagai jenis tenun dengan tingkat pola dan kesulitan yang beragam.

"Ada tenun songket, tenun mata padi, tenun pola rantai, dan lain-lain," ujarnya sambil asyik menenun.

Setiap penenun tikar mendong, kata dia, diberi upah Rp 3 ribu per meter dengan target 60 meter per minggu.

Ia mengaku telah menjadi penenun tikar mendong sejak muda karena merasa khawatir dengan kelestarian tikar mendong di masa yang akan datang.

Pasalnya seiring berjalannya waktu, dia merasa minat warga setempat khususnya anak mudanya terhadap kerajinan ini mulai memudar.

"Yang muda pada enggak tertarik padahal ini warisan yang perlu dilestarikan, lihat saja di sini hampir semuanya orang tua," katanya sambil terkekeh.

Pengusaha Kerajinan Tikar Mendong Semakin Sulit Dapat Bahan Baku

Polisi Kota Tasikmalaya Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Ciamis

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved