Pengusaha Kerajinan Tikar Mendong Semakin Sulit Dapat Bahan Baku

"Saat ini memang ada beberapa yang masih menanam mendong tapi tidak banyak," kata Abah saat ditemui, Rabu (13/3/2019).

Pengusaha Kerajinan Tikar Mendong Semakin Sulit Dapat Bahan Baku
Tribun Jabar/Isep Heri Herdiansah
Menenun - Proses penenunan tikar mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Produksi tikar mendong khas Tasikmalaya terus berusaha menggeliat meski digempur pesatnya perkembangan industri saat ini.

Ditengah terseok-seoknya persaingan pasar, para pengusaha kerajinan tikar mendong di Tasikmalaya juga harus dipusingkan dengan sulitnya mendapat bahan baku.

Menurut seorang pengusaha kerajinan mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Zaenal Mutaqin (50), atau yang akrab disapa Abah, ia bergantung ke daerah lain untuk mendapat bahan baku.

Dia menuturkan, bahwa dulu bahan baku banyak tersedia di Tasikmalaya.

"Saat ini memang ada beberapa yang masih menanam mendong tapi tidak banyak," kata Abah saat ditemui, Rabu (13/3/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan produksi selama ini jika telah kehabisan persediaan dari petani di Tasikmalaya, dia mendatangkan mendong kering dari daerah Malang dan Jember.

"Bisa 3 sampai 6 ton mendong kering untuk stock produksi, dibeli seharga Rp 6.500 per kilonya," kata dia.

Menurutnya, banyak petani mendong di wilayahnya yang beralih untuk menanam padi dan tanaman lainnya.

Terlebih jika kemarau, wilayah tersebut kerap kali dilanda kekeringan. Tanaman mendong yang memiliki masa tanam 100 hari itu memang dikenal dengan tumbuhan yang memerlukan banyak air.

Arema Terancam Susul Persib Bandung, Tuan Rumah yang Gugur di Piala Presiden 2019

Polisi Kota Tasikmalaya Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Ciamis

Senjakala Produksi Tikar Mendong Khas Tasikmalaya, Produk Unggulan yang Ditelantarkan Pemerintah

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved