Kedatangan Komisi X DPR RI, Bupati Purwakarta Sampaikan Aspirasi Soal BOS dan Fasilitas Komputer

Anne Ratna Mustika menjelaskan bahwa sejumlah sekolah masih keterbatasan untuk pengadaan komputer, apalagi dari dana bantuan operasional sekolah (BOS)

Kedatangan Komisi X DPR RI, Bupati Purwakarta Sampaikan Aspirasi Soal BOS dan Fasilitas Komputer
Tribun Jabar/ Haryanto
Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong bersama Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat berbincang di Komplek Pemda Purwakarta, Nagri Tengah, Purwakarta, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Mendapat kunjungan dari anggota Komisi X DPR RI, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, berharap sejumlah aspirasi soal peningkatan pendidikan dari Purwakarta bisa diserap oleh pemerintah pusat.

Sebab menurutnya ada sejumlah masalah yang datang di daerah, khususnya untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Anne Ratna Mustika menjelaskan bahwa sejumlah sekolah masih keterbatasan untuk pengadaan komputer, apalagi dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dia menyebut pengadaan komputer dari dana BOS sangat dibatasi, yaitu hanya lima komputer dalam satu tahun, tapi kebutuhan komputer di setiap sekolah cukup banyak.

"Aspirasinya sudah didengar, dan nantinya semoga dana BOS itu tidak hanya untuk lima komputer, tapi bisa dimaksimalkan lagi," kata Anne Ratna Mustika disela penerimaan kunjungan kerja komisi X DPR RI ke Purwakarta, di Komplek Pemda Purwakarta, Nagri Tengah, Purwakarta, Kamis (14/3/2019).

Kemenhub Buka Program Angkutan Motor Gratis via Kereta Api, di Bandung Lewat Stasiun Kiaracondong

Komisi X DPR RI Kunjungi Purwakarta, Pantau Persiapan Ujian Nasional

Dia berharap, dengan kehadiran Popong Otje Djundjunan dan Titik Prasetyowati ke Purwakarta, aspirasi masyarakat Purwakarta bisa disampaikan.

Apalagi terkait pendidikan, setelah adanya pemaparan dari sejumlah pihak di hadapan anggota DPR RI, Anne Ratna Mustika berharap Komisi X DPR RI bisa menyampaikannya kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui, sebanyak 56 persen SMP di Purwakarta yang telah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Sisanya, ada sekolah yang melakukan UNBK degan cara nebeng ke sekolah lain, bahkan ada pula yang masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Halaman
12
Penulis: Haryanto
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved