Senjakala Produksi Tikar Mendong Khas Tasikmalaya, Produk Unggulan yang 'Ditelantarkan' Pemerintah

Menurut pria yang telah berkecimpung dalam usaha kerajinan tikar mendong selama dua dekade itu, hanya tinggal beberapa pengusaha yang bertahan.

Senjakala Produksi Tikar Mendong Khas Tasikmalaya, Produk Unggulan yang 'Ditelantarkan' Pemerintah
Tribun Jabar/Isep Heri
Proses menenun tikar mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Di perkembangan zaman dan pesatnya industri, kerajinan tikar mendong khas Tasikmalaya mencoba terus berusaha hidup.

Jika kita berkunjung 10 atau 20 tahun lalu ke wilayah Tasikmalaya, akan banyak ditemui  aktivitas menjemur dan menenun mendong di tiap-tiap rumah untuk dijadikan kerajinan berupa tikar.

Saat ini, perajin rumahan tikar mendong masih ada meski jumlah mereka tidak sebanyak masa kejayaan tikar mendong dulu.

Aktivitas pembuatan tikar mendong yang masih terlihat menggeliat masih bisa ditemukan di sejumlah titik misalnya di beberapa tempat di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Saat Tribun Jabar mengunjungi satu lokasi pembuatan tikar mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, pengusaha mendong, Zaenal Mutaqin (50) yang akrab disapa Abah mengatakan produksi tikar mendong di Tasikmalaya makin berkurang.

Desa Tani Cibodas Digerakan Generasi Milenial, Kementerian Pertanian Berharap Banyak yang Menyontoh

Klaim Miljan Radovic Persib Bandung Praktikkan Tiki-taka, Disebut Ngawur oleh Pengamat Sepak Bola

Proses menenun tikar mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/3/2019).
Proses menenun tikar mendong di Kampung Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/3/2019). (Tribun Jabar/Isep Heri)

Menurut pria yang telah berkecimpung dalam usaha kerajinan tikar mendong selama dua dekade itu, hanya tinggal beberapa pengusaha yang bertahan.

"Kalau dulu merata hampir di beberapa tempat ada produksi tikar mendong ini, Tamansari, Cineam, Purbaratu, Cibeureum, dan beberapa daerah di Tasikmalaya. Kini, tinggal beberapa yang bertahan," tuturnya, Rabu (13/3/2019).

"Sudah jauh menurun, kalau dulu produksi tenun tiap rumah. Sekarang hanya di beberapa tempat," lanjutnya.

Dikatakan Abah, untuk mencari perajin tenun tikar mendong pun saat ini cukup sulit.

Mayoritas penenun tikar mendong pun terlihat diisi oleh emak-emak yang telah mendekati usia senja.

TKI Asal Cirebon Disekap Majikan di Arab Saudi, Selama 21 Tahun Bekerja Hanya Digaji 3 Kali

Pertama Kali di Indonesia, Penyandang Tuna Netra akan Dilatih Menjadi Barista Profesional

Meski produksi kerajinan mendong merupakan unggulan Kota Tasikmalaya dan dijadikan kebanggaan industri kreatifnya Tasikmalaya, perhatian dari pemerintah setempat kurang dirasakan.

"Selama ini jangankan ada dorongan atau perhatian, untuk melihat ke sini juga tidak pernah," ujar Abah.

Padahal menurutnya, pemerintah mestinya bertanggung jawab terhadap pelestarian tikar mendong khas yang menjadi produksi massal warganya.

"Pemerintah setempat harus ikut bertanggung jawab melestarikan ini," kata dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved