KBRI Kuala Lumpur Kawal Kasus Mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh di Malaysia

KBRI Kuala Lumpur siap mengawal proses hukum kasus pembunuhan sadis di Malaysia yang menimpa Nuryanto dan Ai Munawaroh.

KBRI Kuala Lumpur Kawal Kasus Mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh di Malaysia
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Prosesi pemakaman Nuryanto, pengusaha asal Indonesia yang tewas dibunuh di Malaysia, Baleendah, Bandung, Rabu (13/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur siap mengawal proses hukum kasus pembunuhan sadis di Malaysia yang menimpa dua warga negara Indonesia (WNI), Nuryanto (37) dan Ai Munawaroh (30).

"Kami terus mengawal hal ini (kasus). Kami harus memberikan kepercayaan penuh kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Kemarin kami terus berkoordinasi dengan PDRM dan Kepolisian Indonesia untuk memberikan dukungan," kata Sekretaris Pertama Konsulat KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Shabda Thian, seusai pemakaman Nuryanto tadi sore, Rabu (13/3/2019).

Ia berharap kerja sama kedua negara ini bisa berhasil mengungkap kasus kejahatan yang menimpa WNI di Malaysia.

Pengungkapan identitas kedua jasad melalui test DNA dan sidik jari merupakan bentuk kerja sama dan koordinasi antardua kepolisian dan negara.

"Iya jadi perkembangannya sementara ini informasi dari kepolisian untuk tubuh lainnya belum ada tambahan (belum ditemukan) lainnya. PDRM juga masih terus mengembangkan penyidikan untuk pengungkapan kasusnya," katanya.

Isak Tangis Iringi Pemakaman Nuryanto, Istri Sempat Pingsan, Sang Ibu Minta Pelaku Dihukum

Polisi Malaysia Lepas 2 Rekan Bisnis Nuryanto yang Sempat Jadi Terduga Pelaku Mutilasi

Dikatakannya, sejak penemuan jasad Nuryanto dan Ai Munawaroh pada 26 Januari lalu, pihak PDRM dibantu Tim Bomba Rescue (SAR Malaysia) terus melakukan penyisiran lokasi di sekitar Sungai Buloh Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia.

Bahkan PDRM juga turut menurunkan anjing pelacak untuk mencari potongan tubuh kedua korban yang masih juga belum ditemukan sampai saat ini. Polisi Malaysia menyusuri sepanjang kilasan (pinggiran) Sungai Buloh.

"Kalau untuk saudara Nuryanto baru body torso (bagian tubuh), kedua tangan dan kaki kanan. Kalau yang perempuan hanya body torso saja yang lainnya belum ditemukan," katanya.

Pihak PDRM masih melakukan pengungkapan pelaku pembunuhan sadis ini. Shabda mengkonfirmasi PDRM telah membebaskan dua rekan bisnis Nuryanto asal Pakistan yang sebelumnya ditahan karena diduga menjadi otak pembunuhan tersebut.

"Jadi dua terduga itu, setelah diperiksa selama hampir sebulan keterlibatan mereka tidak ada. Tapi mereka membantu keterangan lebih lanjut, terkait koneksi almarhum dengan orang-orang setempat," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved