BNPT-FKPT Jabar Ajak Aparatur Kelurahan dan Desa Lawan Berita Hoaks

Kelompok terorisme menunggangi maraknya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian dengan menyusupkan paham-paham radikal

BNPT-FKPT Jabar Ajak Aparatur Kelurahan dan Desa Lawan Berita Hoaks
ISTIMEWA
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menggelar kegiatan Literasi Digital sebagai upaya melawan radikalisme dan terorisme, di The Luxton Hotel & Convention, Kota Cirebon, Kamis (9/8/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar akan menyelenggarakan kegiatan Saring Sebelum Sharing: Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi Melalui FKPT Jabar di Lorin Sentul Hotel, Kabupaten Bogor, Kamis (14/3/2019). Kegiatan ini bertujuan agar aparatur di daerah memahami tentang berita hoaks dan berani untuk melawannya.

Ketua FKPT Jabar, Yaya Sunarya SH MM, mengatakan penyebarluasan berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi negatif lain yang terjadi terus-menerus melalui berbagai platform media, di antaranya media sosial, mengakibatkan mudahnya masyarakat terpapar paham radikal terorisme.
Hal ini dibuktikan dalam survey nasional “Efektifitas Kearifan Lokal dalam Menangkal Radikalisme di Era Milenial yang dilaksanakan oleh BNPT di tahun anggaran 2018, di mana potensi radikalisme masyarakat berada di posisi sedang menuju kuat.

“Kelompok terorisme menunggangi maraknya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian dengan menyusupkan paham-paham radikal mereka. Mirisnya, berita-berita bohong itu disebarkan pula oleh masyarakat karena ketidaktahuan masyarakat. Di sinilah perlunya literasi informasi terutama di kalangan aparatur kelurahan dan desa guna menangkal pergerakan penyebaran paham radikal dan terorisme,” kata Yaya di Bandung, Rabu (13/3/2019).

Menurut Yaya, perlu adanya proses pembelajaran kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan berbagai platform media secara baik dan bijaksana, agar pemanfaatannya tidak menjadi sarana penyebarluasan paham radikal terorisme. “Berbagai elemen di masyarakat, tak terkecuali aparat penegak hukum, adalah kelompok rentan terpapar yang harus mendapatkan pembelajaran mengenai metode pengenalan berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi bersifat negatif, serta mekanisme melawannya dengan positif,” ujar Yaya.

Karena itulah, BNPT bersama FKPT Jabar menggelar kegiatan “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi” dengan tema “Saring Sebelum Sharing”, sebagai proses pembelajaran untuk mencegah penyebarluasan berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi bersifat negatif, yang merupakan cikal bakal paham radikal terorisme.

Kegiatan kali ini lanjut Yaya bertempat di Kabupaten Bogor dengan melibatkan 100 orang peserta dari berbagai kalangan. Ada dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, para lurah dan kepala desa, camat, serta jurnalis di wilayah Kabupaten Bogor. Para narasumber yang akan hadir menyampaikan pemikirannya tentang ancaman terorisme dan literasi informasi ini adalah Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Anggota Komisi III DPR RI Drs T Taufiqulhadi MSI, Ketua Bidang Media Massa, Hukum, dan Humas FKPT Jabar, Machmud Mubarok; dan jurnalis senior Willy Pramudya.

“Ini kegiatan pertama di tahun 2019, diawali dari bidang media massa. Nanti menyusul bidang agama dan budaya pada bulan Mei, bidang pemuda dan pendidikan serta bidang pemberdayaan perempuan pada bulan-bulan berikutnya,” kata Yaya.

Ia berharap kegiatan ini benar-benar bisa membuka wawasan para aparatur daerah terkait dengan maraknya berita hoaks. Dengan begitu, aparat bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat luas soal cara mengenali dan melawan berita hoaks. (*)

Penulis: Machmud Mubarok
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved