Dinkes Kota Tasikmalaya Terus Berupaya Tekan Angka Stunting

Angka stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi pada balita di Kota Tasikmalaya masih terbilang tinggi.

Dinkes Kota Tasikmalaya Terus Berupaya Tekan Angka Stunting
diskes.jabarprov.go.id
Ilustrasi: Stunting 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Angka stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi pada balita di Kota Tasikmalaya masih terbilang tinggi.

Berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Tasikmalaya, pada tahun 2018, 10,7 persen balita di Kota Tasikmalaya menderita stunting.

Artinya, terdapat sebanyak 5.290 balita alami stunting dari jumlah balita 49.547 balita di Kota Tasikmalaya.

Angka tersebut lebih rendah dibanding tahun 2017 dimana kasus stunting mencapai 12,3 persen.

"Tahun ini kami menargetkan penurunan kasus stunting di Kota Tasikmalaya yaitu menjadi 10,5 persen" kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Taaikmalaya, Cecep Zaenal Holis, Selasa (12/3/2019).

Dia menjelaskan, stunting dipengaruhi oleh faktor lingkungan semisal sanitasi air dan perilaku sadar bersih pada ibu hamil.

"Kondisi lingkungan yang tidak bersih, bisa menimbukan penyakit yang menyebabkan gizi ibu hamil menjadi tidak baik sehingga berpengaruhlah kepada bayi yang dikandungnya," jelas dia.

Penderita Penyakit DBD di Kota Tasikmalaya Capai 141 Kasus, Dinkes Nyatakan Belum KLB

Disebutkan Cecep berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi angka stunting tersebut.

Kampanye Gizi, Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM), sosialisasi perilaku bersih masyarakat dikatakan Cecep terus dilakukan.

Dari segi medis, jelas dia, penanganan atau pencegahan stunting bisa dilakukan mulai dari calon ibu maupun pada balita penderita.

Setiap ibu hamil minimal diperiksa empat kali selama kehamilan, setiap ibu hamil diberikan tablet penambah darah selama kehamilan.

Tangkal Penyebaran DBD, Dinkes Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Terapkan PSN Plus

Penanganan dini dilakukan apalagi bagi ibu hamil yang kurang energi kronik (KEK), diberi asupan gizi tambahan.

"Berupa biskuit khusus untuk penanganan ibu hamil KEK yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan," tuturnya.

Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya asupan ASI eklusif dan imunisasi berkala terus digalakan untuk menekan angka stunting.

Babak I Persib Bandung vs Perseru Serui, Tendangan Ezechiel Masih Bentur Mistar, Skor 0-0

Uji Coba Citros di Kota Cirebon Ditargetkan Layani 12 Trip Perhari

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved