Sekolah Gelar Simulasi Bencana, Anak-anak PAUD Menangis, Ada juga yang Jingkrak-jingkrak

Puluhan anak-anak PAUD RA Raihan Persis 27 Kota Tasikmalaya mengikuti simulasi bencana di sekolah mereka

Sekolah Gelar Simulasi Bencana, Anak-anak PAUD Menangis, Ada juga yang Jingkrak-jingkrak
Tribun Jabar/Isep Heri
Puluhan anak-anak Paud RA Raihan Persis 27 Kota Tasikmalaya mengikuti simulasi kebencanaan di sekolah mereka di Jalan cempaka Warna nomor 99, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Senin (11/3/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Puluhan anak-anak PAUD RA Raihan Persis 27 Kota Tasikmalaya mengikuti simulasi bencana di sekolah mereka di Jalan cempaka Warna nonor 99, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Senin (11/3/2019) siang.

Kegiatan simulasi bencana yang digelar mendadak itu diwarnai dengan tangisan, wajah tegang, dan jingkrakan sebagian anak-anak.

Untuk menggelar simulasi bencana tersebut, pihak sekolah bekerja sama dengan BPBD Kota Tasikmalaya.

Kepala RA Raihan Persis 27 kota Tasikmalaya, Siti Nuryani mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mitigasi kebencanaan sejak usia dini.

"Ini juga sebetulnya pendidikan tematik. Kebetulan saat ini temanya tentang bumi. Kami melihat geografis di Tasikmalaya yang pernah gempa, maka kami membekali anak-ana, supaya jika terjadi gempa setidaknya mereka mengetahui cara menyelamatkan diri," kata dia saat ditemui.

Masih Banyak Pengelola Gedung Kurang Memahami Mitigasi Gempa, DKPB Kirim Edaran Simulasi Bencana

VIDEO: BPBD Gelar Simulasi Bencana di Desa Ciburial Kabupaten Bandung

Puluhan anak-anak Paud RA Raihan Persis 27 Kota Tasikmalaya mengikuti simulasi kebencanaan di sekolah mereka di Jalan cempaka Warna nomor 99, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Senin (11/3/2019) siang.
Puluhan anak-anak Paud RA Raihan Persis 27 Kota Tasikmalaya mengikuti simulasi kebencanaan di sekolah mereka di Jalan cempaka Warna nomor 99, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Senin (11/3/2019) siang. (Tribun Jabar/Isep Heri)

Menurutnya pemahaman mitigasi kebencanaan ini perlu ditanamkan sejak dini karena bencana bisa kapan dan di mana saja terjadi.

Anak-anak tidak hanya dibekali saat bersikap menghadapi gempa tapi tanggap saat kebakaran.

"Ada anak-anak ada yang nangis, ada yang jingkrak-jingkrak karena kan anak seusia ini masih ada juga yang tidak tahu apa itu gempa. Kami berikan pemahaman. Kegiatan ini dilakukan spontan tanpa diberitahukan pada mereka sebelumnya," jelasnya.

Kepala seksi pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda mengatakan simulasi bencana di tingkat PAUD baru pertama dilakukan selama ini.

Ikuti Simulasi Bencana, Murid SD Baiturrahman Disuruh Loncat ke Air dan Berenang

VIDEO: Smart People! Seperti Ini Loh Simulasi Bencana Anak Berkebutuhan Khusus

"Ini merupakan yang pertama simulasi di tingkat PAUD, jadi kami sama-sama belajar memberikan pemahaman kepada anak-anak yang kami utamakan itu ibu-ibu guru pendampingnya supaya bisa mengarahkan anak-anak apabila terjadi bencana," kata dia saat ditemui di lokasi.

Dia mengatakan sebelumnya sosialisasi kepada gurunya sudah dilakukan dan spesial kali ini diberikan langsung kepada anak-anak.

Menurutnya, simulasi seperti ini idealnya dilakukan di setiap sekolah untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada peserta didik.

"Kami juga mengingatkan untuk memperhatikan konstruksi bangunan sekolah yang bisa memperlancar proses evakuasi saat terjadi bencana," katanya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved