Pilpres 2019

Bawaslu Pastikan Kasus Emak-emak di Karawang adalah Kampanye Hitam

Namun, dirinya menyarankan agar para penegak hukum mempertimbangkan kondisi para pelaku.

Bawaslu Pastikan Kasus Emak-emak di Karawang adalah Kampanye Hitam
twitter
Potongan gambar video berisikan dugaan kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf, beredar di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu Rahmat Bagja tegaskan, kasus hoax/hoaks di Jawa Barat yang dilakukan tiga perempuan, merupakan kampanye hitam yang dilarang.

Hal tersebut dinyatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Pemilu Damai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya hal tersebut harus ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku agar bisa memberikan efek jera dan mencegah orang lain untuk berbuat serupa.

Namun, dirinya menyarankan agar para penegak hukum mempertimbangkan kondisi para pelaku.

"Itu kan kampanye hitam, tidak boleh seperti itu, sudah ditangani kepolisian. Dan juga harus dilihat faktor yang lain misalnya, waktu pemidanaannya itu deterrent effect dikasih contoh seperti ini. Akan tetapi, penghukumannya memperhatikan kondisi yang bersangkutan," kata Rahmat Bagja.

"Misalnya kalau dia punya anak kecil, itu jadi perhatian hakim untuk memutus, misalnya ditahan tapi tidak terlalu lama. Tapi itu kembali kepada hakim. Kalau terbukti bersalah, hukum. Agar memberikan efek jera kepada yang bersangkutan," tambah Rahmat Bagja.

Sebagaimana di ketahui, peristiwa pemyebaran kampanye hitam melalui car door to door tersebut terjadi di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut menjadi perbincangan publik setelah video peristiwa tersebut, viral di media sosial.

Dalam peristiwa tersebut terlihat beberapa orang perempuan sedang menyampaikan hoax, bahwa kalau salah satu paslon menang Pilpres 2019, maka perkawinan sejenis dibolehkan.

Polisi pun menjerat para pelaku dengan Undang Undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved