Hanya Satu Lahan yang Bisa Dipakai Bangun TPA di Kabupaten Cirebon, Tahun Ini

"Kami tetap berusaha sesuai yang diusulkan Dinas Lingkungan Hidup karena kami hanya bertugas menyiapkan lahan," ujar Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon,

Hanya Satu Lahan yang Bisa Dipakai Bangun TPA di Kabupaten Cirebon, Tahun Ini
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Pembukaan TPA Gunung Santri di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon pengganti TPA Ciledug, Rabu (6/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Ada tiga lahan untuk pengadaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Cirebon, yaitu di Kecamatan Susukan, Kecamatan Gempol, dan Kecamatan Pasaleman.

Ketiganya juga sudah disurvei oleh Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Pertamanan (DPKPP) Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.

"Kami tetap berusaha sesuai yang diusulkan Dinas Lingkungan Hidup karena kami hanya bertugas menyiapkan lahan," ujar Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha, saat ditemui di Sumber, Cirebon, Rabu (6/3/2019).

Ia mengaku, pihaknya sudah melihat ketiga lokasi tersebut namun yang paling dimungkinkan yang berada di Kecamatan Pasaleman lantaran dianggap jauh dari lokasi pemukiman warga.

"Setelah kami melihatnya, kondisi di Susukan tidak memungkinkan karena dekat peternakan ayam. Satu lokasi lainnya juga sudah kami lakukan evaluasi, di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, dan tidak memungkinkan," katanya.

ITB Kampus Cirebon Akan Dibangun di Arjawinangun, Pembangunan Mulai April Selesai Tahun Depan

Sidang Kasus Meikarta dengan Terdakwa Neneng Hasanah Yasin Cs Ditunda Hingga Pekan Depan

Kondisi TPA Ciledug, Sabtu (5/5/2018).
Kondisi TPA Ciledug, Sabtu (5/5/2018). (tribunjabar/siti masithoh)

Menurutnya, lokasi di Kecamatan Pasaleman tersebut harus terlebih disosialisasikan kepada warga dan pemilik lahan.

"Kita juga harus melihat ada beberapa aset di sana, baik milik masyarakat, perusahaan, dan negara. Mudah-mudahaan kita coba kita paksakan sesuai aturan. Jangan menabrak aturan," kata dia.

Anggaran pengadaan lahan seluas 6 hingga 7 hektare tersebut senilai Rp 6 miliar.

"Tambah jauh harga tambah murah. Urusan harga bukan kami. Kalau konsep nanti dari DLH. Kami hanya melakukan pengadaan tanah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved