Tes Seleksi PPPK di Garut

Ribuan Honorer Lulus Tes, Tapi Kuota PPPK Terbatas

Ribuan guru honorer di Garut lulus tes PPPK, tapi sayangnya kuota yang diterima hanya 225 orang saja.

Ribuan Honorer Lulus Tes, Tapi Kuota PPPK Terbatas
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Guru honorer di Garut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

GARUT, TRIBUN - Guru honorer di Kabupaten Garut yang ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus kecewa. Padahal hasil seleksi mereka dinyatakan lolos. Namun kuota yang ditetapkan pemerintah untuk guru honorer hanya sebesar 225 orang sedangkan yang lolos seleksi lebih dari seribu orang.
Heni (38), seorang guru honorer menyebut jika nilai tesnya sudah di atas passing grade yang ditentukan. Namun ia tak lolos karena rankingnya tak masuk 225 besar. "Kami minta Pak Bupati untuk mencari solusi. Padahal kami sudah lolos tes. Saya sudah masuk Kategori 2 (K2), tapi tidak diterima," kata Heni, Selasa (5/3).
Selain membuka 225 kuota untuk guru honorer Kategori 2 (K2), Pemkab juga membuka kuota sebanyak 50 tenaga kesehatan, dan 20 tenaga penyuluh pertanian. "Padahal katanya dulu pak Bupati mau angkat seribu honorer jadi PPPK. Tapi buat kuota guru saja cuma 225 orang," ujarnya
Ia meminta agar honorer yang ikut seleksi bisa diajukan menjadi PPPK. Pasalnya para guru honorer K2 sudah puluhan tahun mengabdi. Ia menyebut ada seribu lebih guru yang nilainya melebihi passing grade. Namun hingga kini tak ada kejelasan. Dari data Dinas Pendidikan, ada sekitar 2.000 guru honorer K2 di Kabupaten Garut. Guru tersebut sudah melebihi umur 35 tahun dan otomatis tak bisa mengikuti seleksi CPNS.

BERITA SELENGKAPNYA DAN LEBIH MENDALAM BACA KORAN TRIBUN JABAR, RABU 6 MARET 2019.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Oktora Veriawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved