Harga Jagung Sudah Turun, Harga Pakan Tidak Turun, Peternak Ayam Mengeluh

Sementara, harga ayam di kandang peternak rontok ke angka Rp 13.000/kg. Dua hari ini turun dari Rp 14.500 per kilogram jadi Rp 13.000 per kilogram.

Harga Jagung Sudah Turun, Harga Pakan Tidak Turun, Peternak Ayam Mengeluh
Tribun Jabar/Andri M Dani
Sudah seminggu ini harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di Ciamis hanya Rp 14.500/kg, turun dari Rp 16.000/kg. Foto diambil pada Kamis (28/2/2919). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Meski harga jagung sudah turun dari Rp 6.400  jadi Rp 3.500 per kilogram sejak sebulan lalu, namun harga pakan ayam tetap yakni Rp 7.400 per kilogram.

Demikian juga harga day old chick (DOC) sudah satu setengah tahun ini stabil, sekitar Rp 6.500-Rp 7.000 per ekor, tidak turun.

Sementara, harga ayam di kandang peternak rontok ke angka Rp 13.000/kg. Dua hari ini turun dari Rp 14.500 per kilogram jadi Rp 13.000 per kilogram.

“Ketika harga jagung Rp 6.400 per kilogram harga pakan ayam Rp 7.400 per kilogram. Sekarang, setelah harga jagung turun jadi Rp 3.500 per kilogram sejak sebulan lalu harga pakan tetap Rp 7.400 per kilogram. Tidak ada tanda-tanda akan akan turun. Baru satu feedmill (pabrikan) yang sudah menurunkan harga pakan buatanya, itu pun turunnya hanya Rp 100 tiap kilogramnya,” ujar Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GO-PAN), Herry Dermawan, pada silaturahmi peternak unggas Ciamis di Aula PKK Ciamis, Selasa (5/3/2019) siang.

Acara tersebut juga dihadiri Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Aida Rosana, Asda II Pemkab Ciamis, para kepala dinas/SKPD, camat se-Kabupaten Ciamis, pelaku usaha peternakan unggas di Ciamis, anggota DPRD Jabar, dan DPRD Kabupaten Ciamis.

Beckham Siapkan Mental Menghadapi Persebaya Surabaya, Partai Hidup Mati, yang Penting Menang

Bibir Kapten Arema FC Hamka Hamzah Robek, Ada 20 Jahitan, Kini Harus Istirahat Sepekan

Pabrikan pakan, menurut Herry,  mungkin berdalih bahwa pakan yang mereka produksi saat ini masih berasal dari jagung yang mereka beli saat harganya Rp 6.400 per kilogram.

“Padahal pada bulan November lalu, pengusaha feedmill mengeluhkan susahnya stok jagung. Tetapi sekarang mereka mengaku jagung yang mereka pakai jagung yang harganya masih Rp 6.400 per kilogram. Aneh kan, berarti telah terjadi penimbunan jagung. Apa yang terjadi sebenarnya di industri pakan ini sudah seharusnya pemerintah mengecek, sehingga harga pakan tetap stabil Rp 7.400 per kilogram meski harga jagung sudah turun drastis.” katanya.

Peternak, kata Herry, sangat berharap harga pakan turun.

Dengan turunnya harga pakan Rp 1.000 tiap kilogramnya akan mengurangi beban harga pokok produksi (HPP) yang ditanggung peternak dan selanjutnya tentu akan mengurangi beban rugi yang ditanggung peternak,

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved