Orangtua Sempat Larang Anaknya Berkemah, Tak Tahu Kapan Berangkat ke Gunung Tampomas

Bahkan, Darlim sendiri tak mengetahui anaknya berkemah ke Gunung Tampomas.

Orangtua Sempat Larang Anaknya Berkemah, Tak Tahu Kapan Berangkat ke Gunung Tampomas
ahmad imam baehaqi/tribun jabar
Prosesi pemakaman korban meninggal dunia di Gunung Tampomas, Lucky Parikesit di TPU Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Orangtua korban meninggal dunia akibat hipotermia di Gunung Tampomas mengakui anaknya nekat berkemah meski hanya membawa perlengkapan seadanya.

"Iya memang peralatannya itu enggak standar, seadanya saja," ujar Darlim Masyudi, ayah Lucky Parikesit (13) salah seorang korban, saat ditemui usai pemakaman di TPU Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (4/3/2019).

Bahkan, Darlim sendiri tak mengetahui anaknya berkemah ke Gunung Tampomas.

Menurut dia, Lucky mengaku hendak touring bersama empat rekannya.

"Berangkat dari sini tepatnya kapan juga enggak tahu," kata Darlim Masyudi.

Ia mengakui, anaknya sempat meminta izin berkemah namun dilarang.

Pasalnya, Darlim menyebut puteranya itu belum pernah sekalipun berkemah.

Namun, tak disangka Lucky nekat datang ke Gunung Tampomas bersama kedua rekannya.

"Saya larang kemah itu karena enggak punya peralatannya juga," ujar Darlim Masyudi.

Sementara Humas Basarnas Jabar, Joshua Banjarnahor, mengakui para korban tidak menggunakan perlengkapan standar berkemah.

Berdasarkan temuan di lapangan, ketiga korban hanya mengenakan kaus dan celana biasa serta tenda.

"Yang ditemukan hanya tenda, tas carrier, dan pakaian seadanya," kata Joshua Banjarnahor melalui pesan singkatnya, Minggu (3/3/2019) malam.(*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved