TKD Jabar, Kemampuan Jokowi Menjaga Stabilitas Pangan Cukup Mumpuni

Dedi Mulyadi menilai Jokowi mampu menjaga stabilitas pangan di Indonesia.

TKD Jabar, Kemampuan Jokowi Menjaga Stabilitas Pangan Cukup Mumpuni
istimewa
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Gebyar Bakso Merah Putih dan pemecahan rekor Muri makan bakso gratis 30.000 porsi di Kota Deltamas, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/2/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Gebyar Bakso Merah Putih dan pemecahan rekor Muri makan bakso gratis 30.000 porsi yang digelar oleh Paguyuban Pedagang Mie Bakso Indonesia (Papmiso) di Kota Deltamas, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo yang juga calon presiden nomor urut 01 dalam ajang Pilpres 2019 sempat berbincang dengan sejumlah pedagang mie bakso keliling yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Rata-rata para pedagang mengungkapkan kondisi harga daging sapi dan cabai yang menjadi bahan utama mie bakso sudah stabil.

Mereka berharap Jokowi bisa mempertahankan stabilitas harga bahan pokok termasuk daging sapi jika kelak terpilih kembali.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengatakan testimoni dari para pedagang bakso menjadi bukti Jokowi telah sukses menjaga stabilitas harga pangan.

“Tadi tukang bakso misalnya justru mengatakan harga cabai menurun. Artinya kemampuan beliau dalam mengendalikan stabilitas harga cukup mumpuni dan memiliki implikasi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat,” kata Dedi dalam rilis yang diterima Tribun Jabar.

Bahkan, kata Dedi, hampir tidak ada gejolak kenaikan harga bahan pangan. Ini juga terjadi pada waktu Idulfitri.

“Kita rasakan empat tahun kepemimpiman Pak Joko Widodo hampir tidak ada gejolak harga. Misalnya menjelang Idulfitri, biasanya ada gejolak . Tapi ternyata harga daging cabai selama ini terkendali,” ucapnya.

Dedi berharap agar masyarakat tidak termakan isu tentang harga bahan pangan mahal.

Menurut dia, isu tersebut tidak relevan dengan kenyataan di lapangan.

“Isu itu ada karena orang enggak punya celah untuk menyerang sehingga dibuat hoaks dengan menggembar gemborkan harga mahal. Mereka enggak pernah belanja ke pasar. Mereka baru pertama turun ke masyarakat dan biasanya kalau baru turun ke masyarakat biasanya suka merasa lebih tahu,” katanya.

Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved